Eka Tjipta Membidik Laba Bersih Tahun Ini Rp 11,4 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Posisi nomor dua ditempati Eka Tjipta Widjaja. Nilai kekayaan Eka Tjipta adalah US$ 7 miliar (setara Rp 81 triliun). Kekayaan Eko utamanya berasal dari usaha sawit. Eka Tjipta adalah pendiri Sinar Mas Group. dok TEMPO/Robin Ong

    Posisi nomor dua ditempati Eka Tjipta Widjaja. Nilai kekayaan Eka Tjipta adalah US$ 7 miliar (setara Rp 81 triliun). Kekayaan Eko utamanya berasal dari usaha sawit. Eka Tjipta adalah pendiri Sinar Mas Group. dok TEMPO/Robin Ong

    TEMPO.CO , Jakarta: Perusahaan milik taipan Eka Tjipta Widjaja, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk. (DPNS) membidik perolehan laba bersih tahun ini Rp 11,43 miliar, lebih rendah 31,9% dibandingkan dengan realisasi Rp 16,79 miliar pada 2014.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perseroan di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat, 19 Juni 2015, disebutkan hingga 31 Maret 2015, PT Duta Pertiwi Nusantara  (DPNS) mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 7,34 miliar atau 64% dari total target sepanjang tahun.

    Emiten berkode saham PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) tersebut memproyeksikan pendapatan sepanjang tahun ini mencapai Rp 120,29 miliar, lebih rendah dari perolehan pada 2014 yang mencapai Rp 132,77 miliar. Hingga kuartal I/2015, perseroan telah mengantongi pendapatan Rp 37,18 miliar.

    Laba kotor yang ditargetkan perseroan pada tahun ini mencapai Rp24,63 miliar dari periode sebelumnya Rp 33,86 miliar. Laba tahun berjalan diproyeksikan mencapai Rp 11,43 miliar, lebih rendah dari tahun lalu Rp 16,79 miliar.

    Pada kuartal I/2015, Duta Pertiwi Nusantara membukukan penjualan bersih sebesar Rp 37,18 miliar dari tahun lalu Rp 29,73 miliar. Laba bersih perseroan melonjak menjadi Rp7,09 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,8 miliar.

    Perusahaan yang dipimpin oleh Siang Hadi Widjaja itu memiliki total aset Rp282,9 miliar per 31 Maret 2015 dari akhir tahun lalu Rp 268,87 miliar. Liabilitas Rp 40,36 miliar dari Rp 32,79 miliar dan ekuitas Rp 242,54 miliar dari Rp 236,08 miliar.

    BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.