Adaro Ingin Maksimalkan Sektor Energi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Komisaris Independen PT Adaro Energy Tbk. Djoko Suyanto, Direktur Utama Boy Garibaldi Thohir (tengah) dan Direktur Corporate Secretary Andre J. Mamuaya di Jakarta, Juli 2008. DOK/TEMPO/ Nickmatulhuda

    Dari kiri: Komisaris Independen PT Adaro Energy Tbk. Djoko Suyanto, Direktur Utama Boy Garibaldi Thohir (tengah) dan Direktur Corporate Secretary Andre J. Mamuaya di Jakarta, Juli 2008. DOK/TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO PT Adaro Energy Garibaldi Thohir menyatakan perusahaannya memiliki visi untuk tidak terlalu tergantung kepada tambang. Dalam 5-10 tahun mendatang, Adaro ingin memaksimalkan sektor energi.

    "Kalau bicara listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap agak jangka panjang," kata pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir itu di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2015.

    Boy menjelaskan saat ini sektor tambang memberikan kontribusi sebesar 65 persen. Adapun sektor logistik sebanyak 30 persen, sementara sisanya dari energi. "Karena yang baru jalan 2x30 megawatt saja di Kalimantan Selatan," ujar komisaris Bursa Efek Indonesia itu.

    Menurut Boy, kontribusi dari sektor energi bakal meningkat apabila proyek 2x1000 megawatt di Batang, Jawa Tengah, mulai beroperasi. Saat ini proyek tersebut masih terkendala masalah pembebasan lahan.

    "Tinggal menunggu penetapan lokasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mungkin akhir bulan sudah penetapan lokasi," katanya. Menurut Boy, masalah pembebasan lahan harus segera diselesaikan.

    SINGGIH SOARES 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.