13 Mesin Cetak Tiket Disiapkan PT KAI Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pemudik mencetak tiket yang sudah dibeli secara online dengan alat Cetak Tiket Mandiri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Pusat, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    Calon pemudik mencetak tiket yang sudah dibeli secara online dengan alat Cetak Tiket Mandiri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Pusat, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api (PT KAI) Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya menyiapkan 13 mesin pencetak tiket mandiri yang ditempatkan di sejumlah stasiun.

    Tujuannya, agar para penumpang yang telah memiliki kode pemesanan bisa segera melakukan pencetakan secara mandiri.

    "Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang telah memiliki kode pemesanan, agar segera mencetak tiket KA di mesin pencetakan mandiri di stasiun terdekat, khususnya pada masa angkutan Idul Fitri 1436 H," kata Manajer Humas Daop VIII Surabaya Sumarsono, Jumat, 19 Juni 2015.

    Imbauan ini, kata Sumarsono, untuk mencegah apabila ada antrean yang panjang di mesin pencetakan tiket mandiri. Biasanya sejumlah calon penumpang datangnya mepet dengan jadwal keberangkatan kereta api.

    Di samping itu, tulisan hasil cetakan kode pesanan di kertas struk semakin lama bisa semakin rusak atau kabur, sehingga dikhawatirkan kode yang tertera bisa hilang.

    "Untuk itu, kami imbau agar bisa segera mencetak tiket di mesin mandiri yang ada di 13 lokasi di wilayah Daop VIII Surabaya," kata Sumarsono dalam keterangan persnya.

    Sementara itu, lokasi mesin pencetakan mandiri di antaranya berada di Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng Lama (barat), Stasiun Surabaya Gubeng Baru (timur),  Stasiun Surabaya Kota, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Malang, serta Stasiun Blitar.

    "Kemudahan untuk mendapatkan tiket kereta api di berbagai saluran eksternal maupun melalui jaringan harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat pada saat ini, dan didukung dengan partisipasi aktif, sehingga tidak ada yang dirugikan," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.