Pertamina Survei Ladang Minyak Baru di Pesisir Selatan Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat berada di PT Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat, (26/03). Subang Field memiliki 21 sumur yang memproduksi  rata-rata 1.484 BOPD untuk minyak dan 255,612 MMSCFD untuk gas. Tempo/Amston Probel

    Petugas saat berada di PT Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat, (26/03). Subang Field memiliki 21 sumur yang memproduksi rata-rata 1.484 BOPD untuk minyak dan 255,612 MMSCFD untuk gas. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Lumajang -  PT Pertamina (Persero) melakukan penyisiran di sepanjang kabupaten di pesisir Selatan Jawa Timur untuk mencari ladang-ladang minyak baru. "Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina ini ditugasi Jakarta untuk menyisir sebelas kabupaten di Jawa Timur bagian Selatan," kata Prihandono Hernanto, Perwakilan SKK Migas Jawa Madura Bali dan Nusa Tenggara dalam sebuah pertemuan dengan Bupati Lumajang, Rabu, 17 Juni 2015.

    Prihandono mengatakan dalam sejarah perminyakan Indonesia, tidak pernah terjadi pencarian migas di area ini. "Kesempatan  Pertamina EP Wilayah Aset IV di Indonesia untuk mengelola Jawa Timur bagian Selatan," katanya. Sebelumnya, kata dia, pihaknya juga telah mendatangi sepuluh kabupaten mulai dari Pacitan, Blitar, Kediri, Malang, Jember hingga Lumajang.

    Menurut Prihandono, Pertamina,  dari industri hulu, bertugas untuk mencari sampai menemukan dan prosesnya sangat panjang. "Kami akan membutuhkan waktu beberapa tahun bahkan ketika sudah ditemukan kami bisa sampai 30 tahun mengelola kegiatan ini."

    Dari 10 pengeboran yang dilakukan maksimal tiga atau empat yang ditemukan. Satu pengeboran sumur itu menelan biaya Rp 60 Miliar sampai Rp 100 Miliar. "Belum kalau pengeboran dilakukan di lautan atau di laut dalam seperti di Kalimantan. Bisa Rp 200 miliar dan belum tentu ketemu," kata Prihandono.

    Manager Eksplorasi dan Operasi PT Pertamina EP, Setyo Sapto Edi mengatakan saat ini pihaknya baru akan melakukan survei seismik di Kabupaten Lumajang. "Ada delapan kecamatan," ujar Sapto.

    Kapan survvei seismik akan dilakukan, Sapto berkata,  tergantung proses perijinannya. Tahap perijinan prosesnya panjang, dari bupati ke gubernur, dari gubernur ke menteri. Setelah itu baru akan dimulai kegiatannya. "Kami sudah proses lama sejak 2014, belum selesai. (Survei) bisa tahun ini atau tahun depan, setelah ijin keluar," kata Sapto.

    Sapto menambahkan,  pihaknya belum mengetahui keberadaan minyak dan gas. "Kami belum bisa buktikan, baru prediksi mungkin ada gas dan ada minyak. Kepastiannya, harus eksplorasi, atau setelah bor eksplorasi, apakah gas atau minyak," katanya.

    Menurut Sapto,  11 wilayah kabupaten ini merupakan 11 wilayah kerja Pertamina. "Mencakup 11 kabupaten yang terlewati, ini baru tahap awal untuk mengetahui potensinya seperti apa. Ada dimana sumber minyaknya dari 11 kabupaten itu," katanya.

    DAVID PRIYASIDHARTA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.