Pemerintah Tutup 62 Ribu Koperasi Abal-abal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Tuban - Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Braman Setyo mengatakan akan membekukan sekitar 62 ribu koperasi di Indonesia karena tidak berkegiatan.

    Menurut Braman, total ada 209 ribu koperasi di Nusantara. Sebanyak 147 ribu unit dikategorikan sebagai koperasi aktif. ”Yang tak aktif kami bekukan,” ujar Braman di Tuban, Jawa Timur, Selasa petang, 16 Juni 2015.

    Alasan pembekuan ribuan koperasi itu, kata Braman, yakni mereka tidak beraktivitas atau bodong. Bahkan, dalam pengecekan, beberapa kantor koperasi ternyata hanya memiliki papan nama. Karena itu, Kementerian Koperasi memutuskan mengambil tindakan tegas. ”Jumlah koperasi yang tak aktif cukup banyak,” tuturnya.

    Tapi, kata dia, koperasi yang dikategorikan aktif masih harus dipilah lagi. Baru sekitar 82 ribu koperasi yang dinyatakan sehat. Nantinya Kementerian Koperasi akan membuatkan nomor induk koperasi bagi mereka. Sedangkan koperasi lain yang aktif tapi belum masuk kategori sehat akan terus berada dalam pengawasan Kementerian.

    Menurut Braman, jika sebuah koperasi telah diberi nomor induk, banyak keuntungan yang bisa didapatkan, terutama menyangkut legalitas dan pengakuan dari pemerintah. Dan, pada akhirnya, koperasi tersebut bisa menjalin kerja sama dengan pihak lain, termasuk dengan perusahaan-perusahaan besar. “Yang paling penting, punya kepercayaan,” ujarnya.

    Braman menyebutkan ciri-ciri koperasi sehat antara lain memiliki jumlah pengurus yang jelas, rutin menggelar rapat anggota tahunan, serta dari tahun ke tahun jumlah anggotanya bertambah.
     
    Di Tuban terdapat 1.068 koperasi yang bergerak di berbagai jenis usaha. Di antaranya koperasi unit desa pangan, koperasi unit desa mina tani, koperasi serba usaha, dan koperasi wanita.

    Jumlah tersebut mungkin bakal bertambah karena Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban terus mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah. “Kita terus pacu. Di bidang usaha kecil, ada batik gedhog, kerajinan kayu jati, dan makanan khas Tuban,” ujar Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?