Sambut Lebaran, Pertamina Impor BBM 2 Juta Barel per Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat berada di PT Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat, (26/03). Subang Field memiliki 21 sumur yang memproduksi  rata-rata 1.484 BOPD untuk minyak dan 255,612 MMSCFD untuk gas. Tempo/Amston Probel

    Petugas saat berada di PT Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat, (26/03). Subang Field memiliki 21 sumur yang memproduksi rata-rata 1.484 BOPD untuk minyak dan 255,612 MMSCFD untuk gas. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) meningkatkan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sebanyak 12,5-25 persen per bulan atau menambahkan 1-2 juta barel per bulan. Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan perusahaannya meningkatkan impor Premium untuk mengamankan pasokan menyambut Lebaran. Peningkatan dilakukan sepanjang Mei-Juli 2015.

    Dia menjelaskan, rata-rata impor Premium pada hari normal mencapai 8 juta barel per bulan. Dalam rangka mengamankan pasokan BBM menjelang puasa dan Idul Fitri 2015, perusahaan pelat merah tersebut akan menaikkan impor sebanyak 1 juta untuk stok Mei-Juni atau menjadi 9 juta barel per bulan.

    Khusus Juli 2015, kenaikan impor Premium mencapai 2 juta barel atau naik dari 8 juta menjadi 10 juta barel per bulan. "Ada kenaikan impor menjelang puasa dan Lebaran," katanya seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2015.

    Adapun stok BBM berkadar oktan 92 dengan merek Pertamax, kata Ahmad, telah dinaikkan seiring dengan pertumbuhan konsumsi. Dalam kondisi normal, impor Pertamax mencapai 2 juta barel per bulan. Kini impor telah dinaikkan menjadi 2,5 juta barel atau terdapat kenaikan 25 persen.

    Selain itu, BUMN migas tersebut menaikkan impor liquefied petroleum gas (elpiji/LPG) akibat kenaikan konsumsi sebesar 4 persen. Stok operasional dinaikkan dari 13 menjadi 17 hari.

    Lebih jauh Ahmad menyampaikan, terdapat migrasi konsumsi dari elpiji kemasan 12 kilogram ke elpiji 3 kilogram sebesar 20 persen. Elpiji 12 kilogram mengalami penurunan konsumsi 24 persen yang berdampak kenaikan konsumsi elpiji melon sebanyak 2 persen.

    Konsumsi elpiji sepanjang tahun ini, kata dia, diperkirakan mencapai 7,1 juta ton. Konsumsi elpiji 12 kilogram turun dari 1 juta menjadi 800 ton. Sementara itu, konsumsi elpiji bersubsidi naik dari 5,7 juta menjadi 5,8 juta ton.

    Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan, Pertamina mengeluarkan dana sebesar US$ 400-450 juta per hari untuk melakukan impor. Impor tersebut bertujuan mencukupi setengah kebutuhan BBM, yang mencapai 1,6 juta barel per hari di hari-hari normal. Seiring dengan kenaikan kebutuhan impor menjelang puasa dan Lebaran, dia melanjutkan, kenaikan dana impor 10-15 persen.

    Menurut Dwi, Pertamina menaikkan pasokan BBM dalam rangka menyambut puasa dan Lebaran. Rinciannya, Premium mengalami kenaikan pasokan 18 persen, solar 11 persen, dan avtur 10 persen. "Kami saat ini memiliki pasokan yang cukup untuk lebih dari 20 hari."

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.