Eksportir Udang Minta Kesehatan Benur Disertifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Udang pembersih menunggu kedatangan ikan untuk dibersihkan mulutnya. Udang ini mendapatkan makanan berupa parasit yang diambil dari mulut ikan, sementara ikan dihindarkan dari penyakit akibat parasit. Dailymail.co.uk

    Udang pembersih menunggu kedatangan ikan untuk dibersihkan mulutnya. Udang ini mendapatkan makanan berupa parasit yang diambil dari mulut ikan, sementara ikan dihindarkan dari penyakit akibat parasit. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Eksportir udang, PT Bogatama Marinusa (Bomar), meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperhatikan kesehatan benur udang yang disuplai ke pembudi daya di wilayah ini. Saat ini produksi udang di Pulau Sumatera dan Jawa sedang menurun karena penyakit perak putih.

    "Ini yang perlu dijaga agar jangan sampai penyakit ini juga mewabah di Sulawesi Selatan," kata Direktur PT Bogatama Marinusa (Bomar) Tigor Chandrama di Makassar, Rabu, 17 Juni 2015. Tigor menyarankan agar benur yang disuplai ke petani sebaiknya telah memiliki sertifikasi kesehatan. "Lalu lintas perdagangan benur antarpulau ini perlu menjadi perhatian," ujarnya.

    Tigor juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan ekspor udang Sulsel, pemerintah perlu memperhatikan kualitas dan jumlah benur yang diberikan kepada nelayan untuk dibudidayakan. "Kami tahu kalau memberikan satu juta benur yang berkualitas, maka paling tidak yang hidup adalah 200 ribu ekor udang yang bisa menghasilkan udang 20 ton," katanya.

    Untuk meningkatkan produksi udang Sulawesi Selatan, pemerintah harus berhitung dan memastikan suplai benur berkualitas bagi petani. "Saat ini pasar ekspor untuk udang masih terbuka lebar, belum ada kejenuhan pasar udang, karenanya potensi Sulsel untuk memproduksi udang perlu digenjot lagi," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.