Bank Commonwealth Targetkan Pendapatan Nonbunga Rp 120 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melintasi Bank Commonwealth Australia di Sydney, Senin (09/11). Bank Commonwealth Australia yang merupakan penyalur kredit terbesar kedua di negara tersebut. REUTERS/Daniel Munoz

    Seorang pria melintasi Bank Commonwealth Australia di Sydney, Senin (09/11). Bank Commonwealth Australia yang merupakan penyalur kredit terbesar kedua di negara tersebut. REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Commonwealth, anak usaha dari Commonwealth Bank of Australia, menargetkan perolehan pendapatan nonbunga sebesar Rp 100 miliar-Rp 120 miliar hingga akhir tahun. Target itu diharapkan datang dari penjualan berbagai produk investasi.

    Rian Kaslan, EVP Head of Wealth Management and Business Strategy Bank Commonwealth, mengatakan target tersebut hanya berasal dari penjualan produk reksadana milik perusahaan aset manajemen yang menjadi mitra perseroan.

    "Tapi target itu tergantung keadaan ekonomi dan pasar modal juga," jelasnya seperti dikutip dari harian Bisnis.com, Rabu, 17 Juni 2015.

    Menurut Rian, tahun ini penjualan produk reksadana milik mitra diharapkan bisa bertumbuh 15-20 persen. Hingga Mei 2015 penjualan produk reksadana telah mencapai 40 persen dari target yang dibidik perseroan.

    Berdasarkan keterangan dari website perseroan, Bank Commonwealth menjadi agen penjual untuk empat jenis reksadana, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

    Rian mengatakan, Bank Commonwealth juga berencana menambah mitra baru untuk penjualan produk investasi bagi nasabahnya. Namun, dia enggan menyebut jumlah mitra yang akan digandeng. Adapun saat ini Bank Commonwealth bermitra dengan sembilan perusahaan aset manajemen.

    Hingga akhir tahun, bank yang memiliki aset Rp 22,85 triliun per Maret 2015 itu juga membidik pertumbuhan jumlah nasabah di kisaran 5-10 persen. Sementara itu hingga saat ini jumlah nasabah Bank Commonwealth mencapai 35-40 ribu nasabah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.