5 Masalah Ketenagakerjaan Ini Picu Pengangguran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja bekerja di ruang elektronik pembangkit listrik tenaga nuklir Novovoronezh NPP-2, pusat nuklir milik Rusia ini menggunakan peralatan yang sangat canggih. Rusia, 3 Juni 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    Para pekerja bekerja di ruang elektronik pembangkit listrik tenaga nuklir Novovoronezh NPP-2, pusat nuklir milik Rusia ini menggunakan peralatan yang sangat canggih. Rusia, 3 Juni 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mencatat adanya ketidakseimbangan mengenai kondisi ketenagakerjaan di Tanah Air. Ketidakseimbangan ini menyebabkan tidak maksimalnya penyerapan tenaga kerja dan terus meningkatnya jumlah pengangguran.

    Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan Benny Soetrisno menjelaskan lima ketidakseimbangan di sektor ketenagakerjaan tersebut adalah, pertama, ketidakseimbangan secara umum antara penyedia lapangan kerja dan kebutuhan tenaga kerja.

    "Kedua adalah ketidakseimbangan struktur dalam lapangan kerja, ketiga ketidakseimbangan antara kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dengan penyediaan tenaga terdidik," katanya, Selasa, 16 Juni 2015.

    Keempat, adalah kecenderungan semakin meningkatnya peranan dan aspirasi angkatan kerja wanita dalam seluruh struktur angkatan kerja Indonesia.

    Kelima, ketidakseimbangan antardaerah dalam penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja Indonesia. "Seperti kelebihan tenaga kerja di satu provinsi dan kekurangan tenaga kerja di provinsi lain. Ini harus diatasi," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).