Antisipasi Lebaran, Pertamina Tambah Impor Premium  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor melakukan pengisian BBM di kawasan Kuningan, Jakarta,(30/11). Mulai tanggal 1 Desember 2008 jam 00.00 pemerintah menurunkan harga premium bersubsidi dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter. TEMPO/Arif Fadillah

    Sejumlah kendaraan bermotor melakukan pengisian BBM di kawasan Kuningan, Jakarta,(30/11). Mulai tanggal 1 Desember 2008 jam 00.00 pemerintah menurunkan harga premium bersubsidi dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.COJakarta - PT Pertamina (Persero) menambah volume impor bahan bakar minyak untuk mengantisipasi pelonjakan konsumsi BBM sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini. Sejak Mei 2015, Pertamina telah menambah impor Premium menjadi 9 juta barel per bulan dan menjadi 10 juta barel pada Juni 2015. 

    "Semula impor Premium, kan, 8 juta barel per bulan. Mei naik menjadi 9 juta barel per bulan. Juni tambah 2 juta barel," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang setelah rapat kerja dengan Komisi VII DPR di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015. 

    Menurut hitungan Pertamina, Bambang menambahkan, konsumsi BBM akan naik selama 15 hari sebelum (H-15) sampai 15 hari setelah (H+15) Lebaran. Untuk Ramadan sampai Lebaran tahun ini, Pertamina memprediksi konsumsi Premium bakal naik 17,8 persen dibanding konsumsi hari normal. 

    "Stok Premium juga dinaikkan menjadi 18,5 hari. Kemarin stoknya cuma cukup 17 hari," ujar Bambang. 

    Dalam kondisi normal, menurut Bambang, konsumsi Premium rata-rata 76.258 kiloliter per hari. Sedangkan selama H-15 sampai H+15 Lebaran tahun ini diperkirakan naik menjadi 89.817 kiloliter per hari. 

    KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?