Pemerintah Menarget 2016 Tidak Impor Benih Bawang Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menunjukkan sejumlah bawang merah yang telah di panen di perkebunan Bantaeng, Sulsel, beberapa waktu lalu.  Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei mengalami inflasi sebesar 0,31%, yang dipicu tiga komoditas utama masyarakat, yakni bawang merah, daging ayam ras serta telur ayam ras.TEMPO/Iqbal Lubis

    Petani menunjukkan sejumlah bawang merah yang telah di panen di perkebunan Bantaeng, Sulsel, beberapa waktu lalu. Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei mengalami inflasi sebesar 0,31%, yang dipicu tiga komoditas utama masyarakat, yakni bawang merah, daging ayam ras serta telur ayam ras.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian menargetkan pada 2016 nanti impor benih bawang merah tidak lagi dilakukan.

    Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menjaga suplai dan mencari lahan baru guna mengembangkan benih bawang merah ini.

    “Benih ini jadi problem. Tahun 2016 berharap tidak ada impor benih bawang merah,” katanya beberapa waktu lalu.

    Saat ini, lanjutnya, impor benih, termasuk benih bawang merah, sudah diajukan oleh sejumlah asosiasi. Namun, dia mengatakan belum memberikan rekomendasi pemberian benih tersebut.

    “Saya belum lama di sini. Belum berani lakukan apa-apa soal benih ini. Harus koordinasi dulu dengan semua pihak,” ujarnya.

    Spudnik menambahkan impor benih saat ini sudah berjalan berdasarkan rekomendasi dari dirjen sebelumnya.

    “Dirjen sebelum saya sudah keluarkan izin. Baru 500-an ,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.