Pendapatan Terusan Suez Diperkirakan Capai US$13,2 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terusan Suez, Mesir. AP/Emilio Morenatti

    Terusan Suez, Mesir. AP/Emilio Morenatti

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Terusan Suez atau Suez Canal Authority (SCA) Mesir memproyeksi peningkatan pendapatan hingga US$13,2 miliar pada 2023 setelah mengoperasikan terusan baru sepanjang 72 kilometer.

    Laksamana Mohab Mameesh, Kepala SCA mengatakan, pembangunan terusan baru telah mencapai 80 persen dengan jumlah galian lebih dari 210 juta ton pasir. "New Suez Canal akan menciptakan masa depan yang lebih sejahtera," ungkapnya dalam siaran pers, Minggu 14 Juni 2015.

    Dia menambahkan, pembukaan New Suez Canal akan dilakukan pada 6 Agustus 2015 mendatang dan akan diresmikan oleh Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi. Menurut Mameesh, proyek terusan baru Suez didanai lewat penerbitan saham proyek yang hanya dijual kepada rakyat Mesir.

    Dalam waktu enam hari, penjualan saham bisa meraup dana dari masyarakat Mesir sebanyak US$8,5 miliar atau Rp110,5 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS). Adapun, proyek ambisius ini telah dimulai pada 6 Agustus 2014 dan SCA berambisi merampungkan proyek ini hanya dalam setahun.

    New Suez Canal diperkirakan bisa meningkatkan kapasitas hingga dua kali lipat karena lalu lintas kapal akan menjadi dua arah.

    Sebagaimana diketahui, Terusan Suez telah beroperasi lebih dari 150 tahun dan menjadi jalur perdagangan utama dunia karena menghubungkan Eropa, Asia, dan Afrika.

    SCA menyebut, New Suez Canal akan menyediakan akses bagi 1,6 miliar pelanggan di seluruh dunia. Dalam jangka panjang proyek ini juga diharapkan mendatangkan banyak investasi dan lapangan kerja di Mesir.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.