Pameran Travel Bali Berhasil Capai Transaksi Rp9,5 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung mendatangi salah satu stan di Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (9/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah pengunjung mendatangi salah satu stan di Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (9/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2015  membukukan transaksi Rp9,5 triliun. Jumlah ini meningkat sekitar 50,79% dibanding tahun sebelumnya Rp6,3 triliun.

    I Ketut Ardana, Ketua Penyelenggara BBTF 2015 mengatakan, meskipun ada penurunan peserta, transaksi yang tercatat lebih tinggi dibandingkan BBTF 2014.

    "Jika dibandingkan tahun lalu ada penurunan 30% dari jumlah peserta, dari 245 pembeli sekarang hanya 171 peserta yang ikut. Kami memang melakukan seleksi ketat dalam mengikutsertakan para pembeli dari 28 negara di dunia," terangnya di tengah-tengah konferensi pers penutupan BBTF 2015, Sabtu (13 Juni 2016).

    Dikatakan, pada BBTF 2015 ini strategi yang dilakukan panitia menghasilkan kualitas yang lebih baik bagi penjual maupun pembeli. Tahun ini berhasil dipertemukan 176 penjual dari Indonesia.

    "Tak hanya Bali saja, Toraja, Makasar, Flores, Lombok, Sumbawa, Kepulauan Riau, Tanjung Puting, dan masih banyak lagi yang ikut serta dalam ajang BBTF kali ini," tuturnya.

    BBTF 2015 telah berhasil memuaskan para peserta baik penjual maupun pembeli. Pembeli yang datang pun menunjukkan ketertarikan untuk tahu lebih dalam mengenai tujuan wisata yang ditawarkan serta serius ingin berbisnis.

    Ardana mengharapkan, BBTF selanjutnya dapat dihadiri pembeli dari negara yang lebih banyak lagi dibandingkan BBTF 2015 ini.

     "Seperti middle east yang sekarang sudah mulai tumbuh, kami harap BBTF berikutnya banyak juga dari middle east tersebut, ditambah lagi sekarang sudah ada direct flight ke Bali," paparnya.

    Negara Tetangga

    Bahkan rencananya untuk BBTF tahun mendatang akan ikut serta melibatkan negara tetangga, dan mengajak daerah-daerah lain di Indonesia yang belum bergabung dapat ikut serta BBTF berikutnya, lanjutnya.

    Archie Fraser, Director of Strategy Asia Exchange Travel, salah satu buyers di BBTF 2015 mengatakan, kegiatan seperti BBTF 2015 ini sangat penting untuk mencari informasi destinasi lainnya selain Bali.

    "Kegiatan ini ada peningkatan dari tahun lalu meski ini merupakan kegiatan yang baru digelar. Yang penting tak hanya bagi Bali saja, tapi juga Indonesia sehingga kami harapkan pemerintah ke depan lebih mendukung acara ini," ujarnya.

    Dia mengharapkan, tak hanya Bali saja, namun daerah-daerah lainnya di Indonesia juga ikut berpartisipasi karena 90% pasar Australia datang ke Bali, masih sedikit sekali yang mengetahui selain Bali.

    Andreas, Secretary General Bali Villas Association yang juga menjadi sellers pada ajang BBTF 2015 mengungkapkan, dengan acara BBTF dapat membuat Indonesia semakin terkenal.

    "BBTF bukan milik siapa-siapa namun milik Indonesia. Bagi anggota kami di Bali BBTF membantu kami untuk mendapatkan banyak kontrak. Kami harap dapat terus berlanjut ajang seperti BBTF ini karena Bali gaungnya cukup baik di dunia internasional," tegasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.