Sambut Asian Games, Proyek Jalan Tol Lampung-Palembang Berkembang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI, Joko Widodo menjajal di pintu tol Pandaan saat peresmian pengoperasian jalan tol Gempol-Pandaan, di Jawa Timur, 12 Juni 2015. Jalan Tol sepanjang 13,61 km yang menelan biaya 1,472 triliun tersebut resmi beroperasi. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Presiden RI, Joko Widodo menjajal di pintu tol Pandaan saat peresmian pengoperasian jalan tol Gempol-Pandaan, di Jawa Timur, 12 Juni 2015. Jalan Tol sepanjang 13,61 km yang menelan biaya 1,472 triliun tersebut resmi beroperasi. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Untuk menyambut Asian Games, Presiden Joko Widodo menilai ada perkembangan pengerjaan proyek Jalan Tol Lampung-Palembang sepanjang sekitar 400 kilometer sejak peletakan batu pertama 2,5 bulan lalu.

    "Ada progresnya, kita kerjakan dalam empat seksi, ada yang sudah 2 km, 4 km, dan 7 km," kata Jokowi di sela peninjauan proyek itu di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu, 13 Juni 2015.

    Ia menyebutkan pengerjaan proyek Jalan Tol Palembang-Lampung akan berbeda dengan proyek-proyek infrastruktur lain, termasuk proyek jalan tol di daerah lain. Saat ini, kata Jokowi, ada Undang-Undang Nomor 29 Tahun2012 tentang pengadaan tanah yang mempermudah pembangunan infrastruktur.

    "Jadi, begitu ada penetapan lahan, langsung dikerjakan, masing-masing seksi ini bergerak secara bersamaan," ujar Presiden. 

    Jokowi menyebutkan cara tersebut berbeda dengan pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang memakan waktu 6 tahun untuk pembebasan lahan dan konstruksi 2,5 tahun. Kepala Negara menyebutkan pembangunan Jalan Tol Palembang-Lampung ditargetkan selesai 2018 sebelum pelaksanaan Asian Games.

    "Pendekatan, cara pengerjaan, cara konstruksi akan berbeda dengan yang lalu-lalu," tuturnya.

    Ketika ditanya apakah puas dengan kemajuan pengerjaan proyek jalan tol itu, Presiden Jokowi mengatakan pengerjaan baru sekitar 2,5 bulan. "Saya ke sini hanya memastikan ada perkembangan atau kemajuan, semua saya cek. Jangan dipikir setelah groundbreaking tidak ada pengecekan," ucap Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.