Jababeka Diharapkan Kembangkan Industri di Luar Jawa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Saleh Husin (baju putih) saat melakukan kunjungan ke Pabrik Krakatau Posco, Cilegon, Banten, 26 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Perindustrian Saleh Husin (baju putih) saat melakukan kunjungan ke Pabrik Krakatau Posco, Cilegon, Banten, 26 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong pengembang kawasan industri, PT Jababeka, turut berpartisipasi membangun kawasan-kawasan industri baru di luar Pulau Jawa sesuai program pemerintah.

    "Untuk itu saya sangat berharap kehadiran Jababeka dalam proyek pembangunan kawasan industri baru, khususnya di luar Jawa, dapat mempercepat terwujudnya kota-kota industri baru yang mandiri dan modern," kata Menteri Saleh Husin di Bekasi, Sabtu, 13 Juni 2015.

    Jababeka, yang merupakan pelopor pembangunan kawasan industri di daerah Cikarang, telah dimulai sejak tahun 1989. Saat ini terdapat lebih dari 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara yang beroperasi di Kawasan Industri Jababeka.

    "Hal ini jelas membuktikan bagaimana keseriusan dan komitmen yang tinggi serta profesionalisme dari direksi PT Jababeka dalam mengembangkan bisnisnya," ujarnya.

    Menteri Perindustrian mengapresiasi jajaran perusahaan tersebut karena selalu menciptakan inovasi-inovasi yang kreatif dan terdepan dalam mengembangkan kawasan industri. Menurut dia, Jababeka saat ini bukan lagi semata-mata kawasan industri, tapi telah berevolusi secara bertahap dan konsisten sehingga menjelma menjadi suatu kota industri baru yang mandiri dan modern.

    Kawasan industri ini telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang lengkap, seperti permukiman, kawasan komersial, kawasan pendidikan, tempat rekreasi, dan kawasan logistik.

    Dengan berjalannya proyek pembangunan terpadu Plaza Indonesia Jababeka, yang terdiri atas pusat perbelanjaan, apartemen, dan perkantoran, bekerja sama dengan PT Plaza Indonesia Reality, maka akan terbangun kota industri baru. Dengan demikian, pengembang berhasil memadukan kawasan industri dengan permukiman, perkantoran, kawasan komersial, kawasan pendidikan, dan tempat rekreasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masa kini.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.