Tol Cikopo-Palimanan Diresmikan Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerjaan megaproyek jalan tol Cipali ruas Cilameri-Cibogo Subang, telah tuntas diaspal dan diberi marka jalan, 15 April 2015. Jalan tol Tran-Jawa tersebut akan mulai dioperasikan medio Juni 2015. TEMPO/Nanang Sutisna.

    Pengerjaan megaproyek jalan tol Cipali ruas Cilameri-Cibogo Subang, telah tuntas diaspal dan diberi marka jalan, 15 April 2015. Jalan tol Tran-Jawa tersebut akan mulai dioperasikan medio Juni 2015. TEMPO/Nanang Sutisna.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 kilometer di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juni 2015.

    Jalan tol itu menghubungkan daerah Cikopo di Purwakarta dengan Palimanan di Cirebon, Jawa Barat.

    Presiden dan rombongan bertolak ke Cikopo dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 08.30 WIB, menumpang helikopter Superpuma milik TNI-AU.

    Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan peresmian dipercepat dari jadwal semula 15 Juni 2015.

    "Ini karena Presiden minggu depan ingin konsentrasi di Jakarta," kata Basuki.

    Pengerjaan proyek jalan tol itu dimulai dengan peletakan batu pertama pada Desember 2011 oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

    Pembangunan dilaksanakan oleh PT Lintas Marga Sedaya melalui komposisi pemegang saham PLUS Expressways Berhard sebesar 55 persen dan PT Baskhara Utama Sedaya sebesar 45 persen dengan total investasi Rp 12,56 triliun dan masa konsesi 35 tahun.

    Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh Konsorsium PT Karabha Griyamandiri-PT Nusa Raya Cipta Joint Operation.

    Jalan tol itu merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

    Tol itu akan memperpendek jarak tempuh sejauh 40 kilometer dan diperkirakan dapat memotong waktu tempuh 1,5-2,0 jam dibanding melalui Jalur Pantura.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).