Pelayaran Nasional Indonesia Akan Operasikan 6 Freightliner

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar super besar dan mewah Queen Marry 2, diberi penghormatan oleh kapal layar Endeavour. Kapal Queen Marry 2 diluncurkan pada 21 Maret 2003, dengan kapasitas angkut penumpang mencapai 2.620 orang. Dengan kapasitas angkut besar, dibutuhkan kru untuk mengurus segala macam kebutuhan penumpang. Fotografer James Morgan, berhasil menangkap momen para pekerja yang bekerja untuk mensukseskan pelayaran. Dailymail

    Kapal pesiar super besar dan mewah Queen Marry 2, diberi penghormatan oleh kapal layar Endeavour. Kapal Queen Marry 2 diluncurkan pada 21 Maret 2003, dengan kapasitas angkut penumpang mencapai 2.620 orang. Dengan kapasitas angkut besar, dibutuhkan kru untuk mengurus segala macam kebutuhan penumpang. Fotografer James Morgan, berhasil menangkap momen para pekerja yang bekerja untuk mensukseskan pelayaran. Dailymail

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) siap mengoperasikan enam unit freightliner dari delapan unit yang diminta oleh Kementerian Perhubungan guna mendukung program tol laut.

    Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan siap mengoperasikan freightliner, tetapi dana dari penyertaan modal negara 2015 sebesar Rp500 miliar belum juga cair.

     

    “Kita sewa nanti tahap awal. Kalau PMN sudah turun jadinya kita beli,” ungkapnya, Jumat, 12 Juni 2015

     

    Wimbo mengatakan dana PMN dari pemerintah akan dipakai untuk pengadaan kapal, sementara dana PSO dari Kementerian Perhubungan akan dipakai untuk operasional kapal.

     

    Rencananya, enam kapal freightliner ini akan berjalan di enam rute yang melewati Reo, Tual, Tobelo, Serui dan Anambas.

     

    Pengadaan freightliner ini adalah bagian dari realisasi tol laut. Dengan kapal ini, Pelni akan bergerak dari barat dan mencari pasar di timur.

     

    Wimbo melihat kawasan timur Indonesia memiliki produksi garam yang cukup tinggi sehingga komoditas tersebut bisa mengisi angkutan dari wilayah ini ke barat.

    Dia menambahkan kapal yang akan dipakai sebagai angkutan barang berjadwal ini adalah kapal dengan kapasitas 200-700 TEUs.

     

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan kementeriannya segera mengucurkan dana senilai Rp320 miliar kepada Pelni untuk mengopersikan angkutan barang berjadwal.

     

    Tujuan utama dari gagasan Menhub ini adalah guna memperlancar arus logistik di wilayah terpencil dan pulau terluar Indonesia. Jonan berharap angkutan barang berjadwal dengan kapal freightliner ini bisa berjalan pada Juli mendatang.

     

    “Kita coba paling lambat Juli itu sudah jalan freightliner. Itu ada 64 rute dibagi enam atau delapan line,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

     

    Jonan akan menyerahkan subsidi perintis kepada Pelni dan penggunaannya untuk kapal baru atau sewa semua terserah Pelni.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.