FWD Life Realisasi Ekspansi Bisnis ke Jawa Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asuransi. soelvinvestor.dk

    Asuransi. soelvinvestor.dk

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan asuransi, PT Finansial Wiramitra Danadyaksa (FWD Life Indonesia), mulai merealisasikan ekspansinya ke Jawa Tengah dengan mengoperasikan kantor pemasaran di Semarang.

    Presdir FWD Life Indonesia Rudi Kamdani mengatakan Semarang menjadi salah satu pusat ekonomi di Jawa memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil, populasi yang tinggi dan jumlah kelas menengah yang terus meningkat.

    Karena itu, jelasnya, pihaknya memperluas jangkauan distribusi hingga ke Semarang guna meningkatkan penetrasi ke sektor asuransi nasional.

    “Kami akan memaksimalkan peluang dan potensi pasar ini dengan menyediakan berbagai produk dan layanan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Jateng,” ujarnya, Kamis (11 Juni 2015).

    Menurutnya, prospektifnya Semarang akan memungkinkan pihaknya untuk menarik calon nasabah. FWD Life Indonesia, sambung dia, terutama akan menyasar kelas menengah produktif.

    “Karena jumlah kelompok usia produktif terus meningkat dan memiliki potensi kebutuhan yang lebih besar akan asuransi,” ujarnya.

    Selain potensi pasar yang menjanjikan, Rudi menuturkan pihaknya juga akan mendorong perluasan berbagai saluran distribusinya, termasuk keagenan bancassurance dan e-commerce.

    Apalagi, jelasnya, Semarang memiliki populasi masyarakat berpendidikan tinggi yang sangat besar.

    “Hal ini memberikan kami kesempatan memanfaatkan bakat-bakat lokal di Semarang dan Jawa Tengah,” ujarnya.

    Hingga saat ini FWD Life Indonesia memiliki 1.700 agen berlisensi. Jumlah tersebut, lanjut Rudi, akan terus meningkat sejalan dengan ekspansi bisnis perusahaan.

    Adapun, kantor pemasaran di Semarang tersebut melengkapi jaringan distribusi produk dan layanan FWD Life Indonesia yang pada 2014 telah merambah Jawa Timur, melalui Kota Surabaya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).