Lebaran, Harga Gula Diprediksi Naik 5-10 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

    Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

    TEMPO.COJakarta - Kenaikan harga selama bulan Ramadan diperkirakan juga akan terjadi untuk gula. Asosiasi Gula Indonesia (AGI) memperkirakan kenaikan harga bahan pemanis itu selama puasa dan Lebaran akan berkisar 5-10 persen.

    “Karena permintaan meningkat selama puasa dan menjelang Lebaran,” kata penasihat ahli AGI, Adig Suwandi, di kantornya kemarin. 

    Saat ini, harga gula di pasaran berkisar Rp 11.500-12.000. Selama Lebaran, diperkirakan harga tertinggi akan mencapai Rp 13.500. Namun masyarakat tak perlu khawatir akan kelangkaan gula. Sebab, stok pada April 2015 tercatat sebanyak 274.973 ton, sementara kebutuhan rata-rata nasional sebanyak 220 ribu ton per bulan.

    "Kalau Ramadan mungkin naik hingga 250 ribu ton per bulan. Tetap dapat terpenuhi dari stok yang ada," ujar Adig.

    Selain itu, pabrik gula di seluruh Nusantara sudah memulai proses penggilingan. Enam pabrik gula di Lampung dan satu pabrik di Sumatera Selatan sudah mulai menggiling tebu sejak awal Mei lalu. Adapun pabrik gula di Jawa terhitung terlambat karena baru dimulai bulan ini akibat pergeseran iklim. 

    Dengan berlimpahnya stok gula, Adig meminta pemerintah tak perlu lagi melakukan impor. "Apalagi untuk impor gula kristal putih. Itu kontraproduktif terhadap pemberdayaan petani tebu," tuturnya.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.