Swasembada Pangan, Sulsel Gandeng TNI Dampingi Petani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, beri keterangan pers seusai Rapat Pimpinan TNI AD, di Balai Kartini, Jakarta, 8 Januari 2015. Dalam rapat, TNI AD bersama Kementerian Pertanian berusaha mewujudkan instruksi Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan program swasembada pangan menggunakan anggaran tambahan negara sebesar Rp 600,9 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, beri keterangan pers seusai Rapat Pimpinan TNI AD, di Balai Kartini, Jakarta, 8 Januari 2015. Dalam rapat, TNI AD bersama Kementerian Pertanian berusaha mewujudkan instruksi Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan program swasembada pangan menggunakan anggaran tambahan negara sebesar Rp 600,9 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Gowa - Kementerian Pertanian menggandeng prajurit TNI untuk mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai di Sulawesi Selatan. Pemerintah merekrut ratusan personel TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mendampingi petani dalam melakukan upaya mencapai target swasembada ketiga jenis tanaman pangan tersebut.

    "Kami ingin prajurit TNI ikut mengawal upaya khusus peningkatan padi, jagung dan kedelai ini," kata Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian, Surachman Suwardi, di sela pembukaan Pelatihan Pendamping Petani di Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Kamis 11 Juni 2015.

    Salah satu tugas anggota TNI yang menjadi pendamping petani ini nantinya akan ikut melakukan pengawasan dan menggerakkan aktivitas pertanian. Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat tugas penyuluh pertanian untuk mendongkrak hasil produksi petani.

    Surachman mengatakan, para prajurit TNI ini juga diharapkan ikut mengawasi peredaran pupuk dan benih palsu. Menurut dia, pupuk dan benih palsu kerap banyak beredar tiap kali musim tanam. "Di beberapa daerah, sudah ditemukan kasus seperti ini," katanya.

    Ia menambahkan, peredaran benih dan pupuk palsu akan merugikan petani. Jika peredaran pupuk dan benih palsu bisa dicegah, bakal berdampak negatif pada hasil produksi pertanian di Sulawesi Selatan..

    Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Lutfi Halide mengatakan, upaya untuk mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai memang membutuhkan peran banyak pihak. Dalam hal ini, prajurit TNI diharapkan ikut berperan dalam mendampingi dan memberdayakan para petani.

    "Apalagi, tanaman seperti kedelai ini membutuhkan kedisiplinan dan harus terus dipantau. Di wilayah inilah, para Babinsa ikut berperan," jelas dia.

    AWANG DARMAWAN



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.