Ramadan, Konsumsi Premium Diprediksi Naik 18 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah memeriksa tangki bahan bakar di Terminal Bahan Bakar Minyak Plumpang, Jakarta, 15 April 2015. Pemeriksaan rutin terus dilakukan PT Pertamina [Persero] untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah memeriksa tangki bahan bakar di Terminal Bahan Bakar Minyak Plumpang, Jakarta, 15 April 2015. Pemeriksaan rutin terus dilakukan PT Pertamina [Persero] untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta:PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium meningkat hingga 18 persen selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2015. Perseroan mengklaim sudah mengambil langkah untuk mengantisipasi lonjakan ini.

    "Stock build up selalu dilakukan. Stok BBM periode ini kami jamin aman," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang, melalui siaran pers, Rabu, 10 Juni 2015.

    Peningkatan konsumsi premium diprediksi mencapai 89 ribu kiloliter dibanding pemakaian harian sebanyak 76 ribu kiloliter. Sementara, pemakaian gas elpiji mencapai 20 ribu metrik ton, dibanding konsumsi normal sebanyak 19 ribu metrik ton.

    Kenaikan konsumsi avtur diprediksi naik 10 persen menjadi 12 ribu kiloliter. Sedangkan solar justru turun 11 persen menjadi 33 ribu kiloliter.

    Sebagai antisipasi, Pertamina meningkatkan ketahanan stok BBM terhadap konsumsi pada bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri untuk premium 19 hari, solar 22 hari, avtur 26 hari, dan pertamax 26 hari. Untuk elpiji ketahanan stok mencapai 17 hari.

    23 titik SPBU di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah diprediksi rentan kenaikan. Oleh karena itu, di daerah tersebut, Pertamina menyiapkan mobil tangki tambahan khusus premium dan pertamax yang berjaga selama 24 jam.

    Khusus sepeda motor, perseroan menyediakan 117 titik khusus SPBU transit untuk pengisian bahan bakar roda dua. Titik khusus tersebar di jalur utama arus mudik yakni Pantura, Selatan Jawa, Banyuwangi, dan Merak.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.