Teknologi Tepat Guna Senjata Pengentasan Kemiskinan Banten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperlihatkan proses cetak menggunakan mesin digital saat pameran World of Digital Print Expo 2015 di Jakarta, 22 April 2015. Pameran tersebut mempromosikan produk teknologi digital printing dan pendukungnya, antara lain Textile Printing Apparel, Garment Printing, dan Digital Label Printing. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja memperlihatkan proses cetak menggunakan mesin digital saat pameran World of Digital Print Expo 2015 di Jakarta, 22 April 2015. Pameran tersebut mempromosikan produk teknologi digital printing dan pendukungnya, antara lain Textile Printing Apparel, Garment Printing, dan Digital Label Printing. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) semestinya bisa jadi jalan keluar untuk pengentasan kemiskinan dan penganguran.

    Konsep besar itu idealnya berlaku di semua daerah tak terkecuali Provinsi Banten. Demi mendekatkan konsep dan realisasi maka inovasi teknologi yang dibuat harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat.

    "Inovasi harus sesuai kebutuhan, mudah diterapkan, memberikan nilai tambah ekonomi, serta tidak merusak lingkungan," kata Sekretaris Daerah Banten Kurdi Matin dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XI Tingkat Provinsi Banten 2015, di Pandeglang, Banten, Selasa (9 Juni 2015).

    Menurutnya, acara serupa Gelar TTG dapat memberikan akses kepada masyarakat untuk memeroleh informasi pilihan teknologi untuk kapasitas produksi bisnis mereka. Bagi pemerintah sendiri, Gelar TTG jadi sumber informasi aktual teknologi tepat guna apa yang mendesak dibutuhkan masyarakat.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XI Tingkat Provinsi Banten pada tahun ini bisa menyedot 20.000 pengunjung.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.