Sektor Jasa Mampu Percepat Entaskan Kemiskinan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolong jembatan Manggarai yang ditinggali 3 keluarga di Manggarai, Jakarta, 6 September 2014. Menurut data Badan Pusat Statistik dalam 3 tahun penurunan tingkat kemiskinan 11,25 persen yakni mencapai 28,28 juta jiwa. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Kolong jembatan Manggarai yang ditinggali 3 keluarga di Manggarai, Jakarta, 6 September 2014. Menurut data Badan Pusat Statistik dalam 3 tahun penurunan tingkat kemiskinan 11,25 persen yakni mencapai 28,28 juta jiwa. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendati fokus pemerintah saat ini adalah pengembangan sektor manufaktur, sektor jasa diyakini mampu menjadi instrumen yang dapat mengurangi kemiskinan dengan tempo yang cukup singkat.

    Direktur Eksekutif Indonesia Service Dialog (ISD) Sinta Sirait mengatakan, selama ini sektor jasa dianggap kurang seksi, terutama jika dilihat dari fokus Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) yang lebih mengutamakan sektor manufaktur.

    “Karena memang itu yang paling mendatangkan penghasilan. Tetapi jasa juga merupaan instrumen yang bisa mengurangi kemiskinan dengan cepat dan sudah terbukti,” kata Sinta.

    Menurut Sinta, peran jasa terhadap Gross Domestic Product  selama sepuluh tahun terakhir meningkat, di saat sektor lainnya mengalami penurunan. Di sisi lain, masih banyak sektor jasa yang tidak terhitung. Misalkan, sektor jasa di sektor energy, sering kali justru dimasukkan ke dalam kategori sektor lainnya. “Jasa sering dianaktirikan.”

    Sinta menyebutkan, sektor jasa mampu mengentaskan kemiskinan, terutama di sektor distribusi dan logistik. Banyak sekali sektor jasa distribusi yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tenaga kerja.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.