Jelang Lebaran, PT Pelni Menyiapkan Tiga Kapal Tambahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Sulistyo Wimbo Hardjito di atas Kapal KM Kelimutu dari Pelabuhan Pangulu Belo Wakatobi ke pelabuhan Murhum, Bau-bau (10/9). TEMPO/ Nita Dian

    Dirut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Sulistyo Wimbo Hardjito di atas Kapal KM Kelimutu dari Pelabuhan Pangulu Belo Wakatobi ke pelabuhan Murhum, Bau-bau (10/9). TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelni Cabang Sampit menyiapkan tiga kapal tambahan untuk mengangkut para pemudik dari Pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah saat Lebaran.

    "Tiga kapal yang selama ini melayani Sampit yaitu Binaiya, Leuser dan Sirimau, sedangkan tiga kapal tambahan yang akan diperbantukan menjelang Lebaran nanti yaitu Kelimutu, Lawit dan Bukit Raya. Nanti, ada yang satu call (keberangkatan), tapi ada pula yang sampai empat call. Jadi enam kapal ini akan melayani 20 call terhitung H-15 hingga H-2 Idul Fitri nanti," kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit Lamson Ompusunggu di Sampit, Selasa 9 Juni 2015.

    Tambahan kapal tersebut mengantisipasi lonjakan pemudik melalui Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya.

    Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit memperkirakan akan terjadi peningkatan pemudik 3,24 persen dibanding 2014.

    Berdasarkan pengalaman saat arus mudik 2014, lonjakan penumpang terjadi mulai H-15.

    Namun puncak pemudik biasanya terjadi mulai H-7 hingga H-2 lebaran Idul Fitri sehingga harus diantisipasi.

    Lamson meyakini, dengan kapal Pelni yang masing-masing berkapasitas antara 1.324 hingga 1.527 orang, seluruh penumpang akan terangkut.

    Apalagi selain Pelni, juga ada kapal milik PT Dharma Lautan Utama yang beroperasi mengangkut penumpang.

    Ia memastikan, kapal-kapal milik Pelni akan mematuhi aturan pemerintah yakni mengangkut penumpang sesuai kapasitas kapal.

    Jika jumlah calon penumpang sudah mencapai batas maksimal kapasitas kapal, maka penjualan tiket yang kini dengan sistem "online" akan dihentikan.

    "Tahun lalu memang ada kapal yang mengangkut 4.000 sampai 5.000 penumpang, tetapi dengan 20 call ini, maka dengan mengangkut sesuai kapasitas kapal itu saja sudah cukup. Tahun lalu pada H-15 hingga H-2, kapal Pelni mengangkut sebanyak 23.967 orang. Tahun ini kalau diprediksi pertumbuhan penumpang 3,24 persen, maka penumpang yang diangkut Pelni diperkirakan sekitar 25.000 orang," jelas Lamson.

    Dia membenarkan adanya informasi bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menambah armada mengantisipasi lonjakan penumpang.

    Namun hingga kini usulan tersebut belum mendapat jawaban dari pemerintah pusat.

    Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit memperkirakan, pemudik tahun ini naik sekitar 3,24 persen. Tahun lalu jumlah penumpang yang naik sebanyak 29.119 orang, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 30.000 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.