Legislator Minta Pemerintah Hati-Hati Impor Komoditas Pangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang cabai. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang cabai. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron meminta pemerintah berhati-hati dalam membuat kebijakan membuka kran impor sejumlah komoditas pangan menjelang Lebaran, seperti daging, bawang merah dan cabai.

    "Tata cara impor itu sudah diatur dalam UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan, boleh impor apabila komoditas itu tidak diproduksi dalam negeri, atau jika persediaan dalam negeri sedang kekurangan boleh impor. Atau kalau komoditas itu sedang dalam situasi krisis di dalam negeri," kata Herman di gedung DPR Jakarta, Selasa (9 Juni 2015).

    Dikatakannya, kalau ketersediaan daging, bawang merah maupun cabai di dalam negeri masih mencukupi, maka, kebijakan membuka kran impor tidak perlu dilakukan "Ini kan impor ini menjadi sesuatu yang seksi bagi para pelaku impor dan keseksian ini mengundang berbagai pandangan bahwa impor dengan jalan berbagai alasan (terkesan dipaksakan)," kata dia.

    Menurut Herman, salah satu alasan pemerintah membuka kran impor adalah referensi harga ketiga bahan pangan itu. Namun dia melihat ada keanehan karena tiba-tiba saja harga bawang dan cabai naik.

    "Menteri Pertanian harus memberikan garansi bahwa produk dalam negeri masih mencukupi kebutuhan. Jangan sampai kemudian pada sisi lain di perdagangan, karena referensinya harga seolah-olah sekarang dalam masa kritis, masa kekurangan karena harganya melampaui harga referensi rata-rata perbulan sehingga harus dilakukan impor," ujar politisi Partai Demokrat itu.

    Dia menambahkan, kalau kemudian ada jaminan dari Mentan bahwa tidak perlu melakukan impor, pihaknya meminta Kementan segera melakukan operasi dengan mendistribusikan stok yang ada ke pasaran. "Ya kita tunggu apakah Menteri Pertanian siap menggaransi atau tidak?" tandasnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.