Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi, Sekarang Rp13.320

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore bergerak melemah sebesar 50 poin menjadi Rp13.320 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.370 per dolar AS.

    "Penguatan rupiah hanya bersifat teknikal, itu wajar karena pada perdagangan hari sebelumnya rupiah mengalami tekanan cukup dalam," ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta.

    Namun, menurut dia, penguatan rupiah dapat lebih tinggi jika di dalam negeri muncul sentimen positif seperti tingkat inflasi yang tidak tinggi menjelang bulan puasa dan Lebaran. Jika pemerintah tidak menjaga inflasi maka rupiah berpotensi kembali mengalami tekanan.

    Di sisi lain, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) yang masih terus melakukan intervensi di pasar uang untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dinilai cukup baik.

    Sementara itu, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa indeks dolar AS bergerak melemah terhadap sebagian mata uang dunia seiring dengan adanya keluhan dari Presiden Barack Obama mengenai penguatan mata uang AS, kondisi itu dinilai dapat menghambat perekonomian AS ke depan.

    Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan dolar AS juga dibantu oleh Yunani yang mulai menunjukkan keinginan untuk berkompromi dengan para krediturnya untuk mendapatkan dana talangan utang. Perkembangan negosiasi itu akan tetap menjadi pusat perhatian para pelaku pasar.

    "Rupiah mulai mengurangi sedikit kerugiannya, dibantu oleh aksi jual dolar AS oleh pelaku pasar asing di dalam negeri," katanya.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa, 9 Juni 2015, mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.362 dibandingkan hari sebelumnya 5 Juni 2015 Rp13.360.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.