OPEC dan Iran Jadi Pertimbangan Turunnya Harga Minyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang minyak Shell. REUTERS/Vivek Prakash

    Kilang minyak Shell. REUTERS/Vivek Prakash

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia turun pada Selasa pagi 9 Juni 2015, karena pasar mempertimbangkan pertemuan OPEC minggu lalu dan prospek terobosan dalam pembicaraan nuklir mendatang dengan Iran.

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, kehilangan 99 sen menjadi ditutup pada 58,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Di London, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, merosot 62 sen menjadi menetap di 62,69 dolar AS per barel.

    Investor mempertimbangkan dampak terhadap harga setelah 12 negara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat lalu menentang desakan untuk memangkas produksi meskipun terjadi penurunan besar dalam harga minyak mentah sejak tahun lalu.

    "Dengan pertemuan OPEC di belakang kami, investor akan mencari katalis untuk memberikan arahan bagi harga minyak," kata analis Morgan Stanley dalam sebuah catatan penelitian sebagaimana dikutip AFP.

    Michael Smith, presiden T&K Futures and Options, mengatakan pasar minyak akan tetap terjebak dalam kisaran 55 dolar AS - 63 dolar AS per barel sampai ada katalis yang lebih jelas, seperti penurunan mengejutkan dalam produksi minyak atau kemajuan besar tentang Iran.

    Enam kekuatan global -- Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat -- mencoba meminta kepastian kesepakatan untuk mengekang ambisi nuklir Iran dengan mengurangi stok uranium yang diperkayanya.

    Jika kesepakatan tercapai dan dilaksanakan, kekuatan secara bertahap akan mengurangi skala sanksinya, yang memungkinkan Iran untuk mengekspor lebih banyak minyak daripada yang dilakukannya sekarang.

    "Setiap kemungkinan kesepakatan dapat bertindak sebagai pemicu untuk gerakan turun harga minyak mentah," kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di konsultan bisnis EY.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.