Korea Selatan Menjajaki Investasi Gula Cair di Tanah Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengaduk adonan gula saat menyelesaikan pembuatan gula kelapa (Gula Jawa) di kawasan PT Perkebunan Nusantara XII, Sungai Lembu, Banyuwangi, Jawa Timur, 31 Oktober 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja mengaduk adonan gula saat menyelesaikan pembuatan gula kelapa (Gula Jawa) di kawasan PT Perkebunan Nusantara XII, Sungai Lembu, Banyuwangi, Jawa Timur, 31 Oktober 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia menyatakan perusahaan besar sektor makanan asal Korea Selatan menjajaki investasi gula cair di Tanah Air.

    Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan rencana investasi tersebut menumbuhkan industri hulu makanan nasional. Sebelumnya, sudah ada investasi gula cair, namun yang berasal dari bahan baku tapioka.

    “Tren investasi sektor makanan dari Korea biasanya kecil, tetapi rencana pabrik gula caar berasal dari pemain besar. Kami belum tahu kapan realisasinya, tapi katanya sudah lapor ke BKPM,” katanya, Senin, 8 Juni 2015.

    Rencananya, fasilitas produksi gula cair asal Korea Selatan berbahan baku jagung. Adhi menambahkan estimasi investasi untuk pabrik gula cair senilai US$20 juta – US$30 juta.

    Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi asal Korea Selatan mencapai US$634 juta pada kuartal I/2015 yang menjadikannya sebagai negara terbesar ketiga yang berinvestasi di Tanah Air.

    Sementara itu, untuk investasi asing di sektor makanan pada triwulan pertama tahun ini senilai US$533,8 juta dengan 272 proyek. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.