Air Minum, Pemerintah-PDAM Hadapi Komitmen Rendah Pemda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air minum kemasan galon. ANTARA/M Agung Rajasa

    Air minum kemasan galon. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), M. Aulawi Dzin Nun, mengatakan untuk mencapai target 100 persen akses air minum layak, baik pemerintah maupun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dihadapkan pada sejumlah tantangan.

    Pemerintah berkomitmen untuk mencapai target 100 persen akses air minum layak pada 2019. Akan tetapi, pemerintah harus menghadapi beberapa tantangan. Beberapa tantangan tersebut antara lain ialah hingga akhir tahun 2013 akses aman air minum baru mencapai 67,7 persen. Selain itu, peningkatan akses aman air minum dalam lima tahun terakhir hanya sebesar 4,5 persen per tahun.

    M. Aulawi Dzin Nun menyatakan untuk mencapai target tersebut dibutuhkan adanya penambahan sambungan rumah (SR) sebanyak 27 juta unit dengan kebutuhan pendanaan mencapai Rp 253, 85 triliun.

    "Dari total kebutuhan tersebut, khusus untuk PDAM diminta untuk menambah pelanggan sebanyak 7,28 juta sambungan," kata Aulawi, Jumat, 5 Juni 2015.

    Rendahnya komitmen pemerintah daerah untuk pendanaan air minum yang baru mencapai 0,04 persen dari total APBD juga dinilai menghambat pelaksanaan program 100 persen akses air minum layak.

    Tantangan lainnya ialah adanya idle capacity sebesar 48 ribu liter per detik, dan keterbatasan air baku untuk air minum yang mencapai 177 meter kubik per detik. Saat ini, imbuhnya, masih ada sekitar 74 persen PDAM yang belum menerapkan tarif full cost recovery (FCR). Sehingga kinerja PDAM tersebut sulit berkembang, dan menyebabkan target tambahan sambungan sulit dicapai.

    Dia menuturkan permasalahan berikutnya yang juga harus segera ditangani ialah tingginya tingkat kehilangan air yakni rata-rata mencapai 33 persen.

    "Kita berharap ke depan tingkat kehilangan air bisa turun menjadi 20 persen," tuturnya.

    Sementara itu berdasarkan hasil evaluasi BPPSPASM tahun 2014, dari 359 PDAM yang telah dievaluasi, sebanyak 182 (51 persen) PDAM memiliki kinerja Sehat, 103 (29 persen) PDAM kurang sehat dan sebanyak 74 (20 persen) PDAM memiliki kinerja sehat.

    Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Aulawi menyatakan tahun ini BPPSPAM melakukan berbagai kegiatan antara lain advokasi peningkatan kinerja PDAM, pendampingan penyusunan tarif FCR, dan pendampingan penurunan tingkat kehilangan air.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).