Tip Hunting Batu Akik Via Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batu akik bergambar janin yang dipamerkan di Makassar, April 2015. TEMPO/Muhammad Yunus

    Batu akik bergambar janin yang dipamerkan di Makassar, April 2015. TEMPO/Muhammad Yunus

    TEMPO.CO, Jakarta - Batu akik tengah menjadi tren. Kegemaran masyarakat pun berbanding lurus dengan peningkatan potensi bisnis batu berharga itu.

    Aktivitas jual-beli meningkat pesat. Tidak hanya secara langsung, pemasaran batu akik secara online terus meningkat.

    Namun, berbeda dengan transaksi offline, jual-beli batu akik online dilakukan tanpa tatap muka dengan penjual dan pengecekan keaslian produk. Tidak heran mode transaksi ini rentan dengan aksi penipuan.

    Karena itu, berikut ini beberapa tip dan trik yang dapat membantu Anda lakukan terhindar dari penipuan jual-beli batu akik via online.

    1. Pilih situs jual-beli online tepercaya

    Pilihlah situs yang menyediakan sistem pembayaran dengan rekening bersama (rekber) untuk menjamin keamanan transaksi Anda.

    Sebagai contoh, toko online baru akan meneruskan uang Anda kepada penjual ketika barang telah diterima sesuai dengan pesanan. Jika tidak uang Anda akan dikembalikan 100 persen.

    Apabila produk yang dikirim ternyata palsu, Anda dapat melayangkan komplain dan berdiskusi kembali dengan penjual untuk mencari solusi bersama.

    2. Pelajari sejarah toko online bersangkutan

    Lihatlah sejarah transaksi toko tersebut dan juga testimoni dari para pembeli sebelumnya.

    Hal penting lainnya, bacalah terlebih dahulu kebijakan dari toko tersebut, misalnya kebijakan mengenai mekanisme retur barang.

    3. Melek info batu akik

    Untuk meminimalisasi penipuan, sebaiknya Anda mengenali terlebih dahulu jenis batu akik yang diinginkan. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai dimensi, warna, hingga harga batu tersebut di pasaran.

    Misalnya, ketika menginginkan batu bacan doko, Anda harus tahu bahwa jenis batu akik tersebut berwarna hijau lumut. Jika batu bacan yang ditampilkan penjual di etalase toko online berwarna merah atau warna lainnya, sebaiknya urungkan niat Anda untuk membeli batu akik di toko tersebut.

    4. Tanya penjual tentang detail barang

    Untuk memastikan tidak membeli “batu akik dalam karung”, tanyakan semua hal yang harus Anda ketahui, mulai dari keaslian, ukuran, tingkat kemiripan barang yang ada di foto dengan aslinya, hingga apakah batu akik sungguh dalam keadaan mulus dan tidak retak.

    Anda juga bisa meminta penjual untuk mengunggah foto batu akik tersebut dari berbagai sisi untuk melihat detailnya.

    5. Buat kesepakatan tertulis terkait dengan retur barang

    Hal ini menjadi antisipasi jika batu akik yang dikirim penjual ternyata barang palsu atau tidak sesuai dengan deskripsi yang ditampilkan.

    Anda dan penjual seharusnya membuat kesepakatan yang terdokumentasi terkait dengan ketentuan retur barang. Namun, usahakan untuk tidak berdiskusi dengan penjual menggunakan kontak pribadi.

    Manfaatkanlah fitur diskusi yang tersedia di situs jual-beli online. Apabila nantinya barang yang dikirim palsu atau tidak sesuai dengan gambar, Anda dapat menyampaikan komplain dengan menjadikan jejak percakapan tersebut sebagai bukti untuk mempermudah proses retur barang.

    Membeli batu akik secara online memang lebih berisiko dibandingkan dengan membelinya secara langsung, tapi Anda tidak perlu takut untuk mencoba.

    Risiko penipuan dapat diminimalisasi dengan, salah satunya membeli batu akik melalui website jual-beli online tepercaya.

    Selamat berburu batu akik via online.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.