Bakamla Kecewa Kapal Hai Fa Dilepas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grafis

    Grafis "Menteri Susi Vs Kapal HAI FA"

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Desy Albert Mamahit mengaku kecewa karena kapal penampung ikan ilegal terbesar yang pernah ditangkap di Indonesia, MV Hai Fa, dilepas oleh aparat penegak hukum. Kapal berbobot 4.306 gros ton tersebut dilepas dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Ambon sejak Senin, 1 Juni 2015.

    "Kasus tersebut secara jelas menunjukkan kondisi sistem penegakan hukum yang sebenarnya terjadi di Indonesia," kata Mamahit kepada Tempo, Sabtu, 6 Juni 2015.

    Alhasil, sudah saatnya pemerintah membuat terobosan tentang penyempurnaan sistem penegakan hukum di laut Indonesia. Tujuannya agar kapal yang telah melakukan tindakan ilegal di Indonesia, seperti Hai Fa, dapat dijerat dengan hukum.

    Mamahit yakin Bakamla mampu memberikan kontribusi positif dalam penegakan hukum di laut Indonesia. Salah satunya, Bakamla akan membentuk unit penindakan hukum yang berfungsi mengawal proses hukum kapal-kapal pelaku kejahatan laut, seperti pencuri ikan.

    "Unit tersebut akan memantau dari proses penangkapan di laut sampai pengadilan di darat secara tegas dan adil," ujar Mamahit.

    Kapal Hai Fa sebelumnya hanya didenda Rp 200 juta karena kedapatan membawa hiu martil. Putusan tersebut dinilai Susi terlalu ringan sehingga pihaknya melakukan banding.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.