Jokowi: Kembangkan Merauke Jadi Lumbung Pangan Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membuka rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Sahid, Jakarta, 27 Mei 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo membuka rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Sahid, Jakarta, 27 Mei 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas membahas pengembangan Kabupaten Merauke. Merauke memiliki 1,2 juta hektare lahan pertanian yang bisa didorong menjadi lumbung pangan nasional.

    Rapat terbatas ini diikuti Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri. Di antaranya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, serta menteri lainnya, ditambah Bupati Merauke Romanus Mbaraka.

    Romanus, setelah rapat di Istana Bogor pada Jumat malam ini, mengatakan poin utama yang dibahas dalam rapat terbatas adalah mendorong pengembangan pertanian di Merauke yang memiliki 1,2 juta hektare lahan pertanian. "Lahan 1,2 juta hektare akan kita dorong secara integrasi dan fokus pada hortikultura, bagaimana beras nasional bisa kita penuhi dari 1,2 juta hektare tersebut," kata Romanus.

    Dia mengungkapkan pengelolaan lahan 1,2 juta hektare tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini dibuka 250 ribu hektare dan dilanjutkan pada 2016, 2017, dan 2018 hingga mencapai 1,2 juta hektare.

    "Ini diharapkan bisa memenuhi 30 persen total kebutuhan Indonesia, dan rencana besar Pak Presiden sebagai tahap awal Merauke untuk mencukupi konsumsi beras bagi Indonesia timur," ujarnya.

    Selanjutnya, kata Romunus, beras Merauke ini diharapkan bisa memasuki pasar internasional, salah satunya Papua Nugini. "Saat ini beras di Papua Nugini berkisar Rp 30 ribu, dan kemarin (saat kunjungan kenegaraan) Presiden di Papua Nugini coba menawarkan kurang-lebih per kilogramnya Rp 15 ribu. Ini diharapkan potensi yang ada bisa dimaksimalkan," tutur Romanus.

    Selain padi, Bupati Merauke juga berharap komoditas lain bisa ditanam di Merauke, seperti karet dan jagung. Romanus mengatakan pengembangan potensi 1,2 juta hektare lahan akan melibatkan peran BUMN dan investor swasta dengan sistem plasma inti.

    "Kami libatkan kemitraan BUMN dengan swasta. Ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah. Pemerintah menyiapkan infrastruktur, dari infrastruktur pertanian sampai jalan dan jembatan secara umum," ucapnya. Selanjutnya juga akan dilakukan integrasi dengan pelabuhan untuk mewujudkan jalan tol laut yang diagendakan dalam program kerja Presiden Joko Widodo.

    "Diharapkan, aktivitas pangan di Merauke ini membuat semakin baik kesenjangan harga yang selama ini dirasakan terlalu mahal antara Indonesia timur dan Indonesia barat," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.