Jelang Ramadan, Harga Telur Melambung Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang bahan kebutuhan pokok (sembako). TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang bahan kebutuhan pokok (sembako). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Jelang Ramadan harga kebutuhan pokok melonjak. Seperti pengakuan Nurdin, seorang pedagang telur di Pasar Kahayan, Jumat, 5 Juni 2015, yang menerangkan kenaikan harga ini terjadi sejak tiga hari lalu pada Senin, 2 Juni 2015.

    “Peningkatan ini terjadi karena banyaknya permintaan telur sehingga stok yang ada terbatas. Namun saya pastikan harga ini tidak akan meningkat lagi ketika bulan Ramadan dan Lebaran karena harga telur sudah tinggi,” kata Nurdin.

    Nurdin menjelaskan kenaikan harga akan kembali terjadi biasanya setelah Lebaran. Kenaikan harga itu muncul karena tidak ada pekerja yang melakukan pengiriman sehingga stok langka dan membuat para pemasok menaikkan harga kembali.

    “Tapi mudah-mudahan seperti dua tahun terakhir harga telur hanya naik di awal Ramadan dan setelah Lebaran harga akan tetap sama tidak ada kenaikan lagi,” kata dia.

    Sementara Jannah, seorang warga Jalan Podang, Palangkaraya, menilai kenaikan harga telur  hal yang wajar jelang Ramadan. Dan hal ini juga terjadi pada tahun lalu.

    “Saya maklum dengan kenaikan harga karena permintaan telur ketika menjelang Ramadan cukup banyak sehingga stok yang ada menipis dan di sini kesempatan para peternak menaikkan harga telur dan itu memang menjadi tradisi ketika memasuki bulan puasa,” ujar dia.

    Jannah berharap kebutuhan lain tidak ikut naik. Dia khawatir bila hal ini terjadi akan membuat masyarakat menjerit.

    ”Kita berharap pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga dan menggelar operasi pasar apabila semua harga sudah naik untuk meringankan beban kami masyarakat," katanya.

    KARANA W.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).