Diperiksa 9 Jam, Dahlan Iskan: Pengalaman Menarik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Dirut PLN, Dahlan Iskan (tengah), menanggapi pertanyaan wartawan usai diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 4 Juni 2015. Mantan menteri BUMN ini sempat tidak menghadiri dua pemanggilan sebelumnya. TEMPO/Dian Triyuli handoko

    Mantan Dirut PLN, Dahlan Iskan (tengah), menanggapi pertanyaan wartawan usai diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 4 Juni 2015. Mantan menteri BUMN ini sempat tidak menghadiri dua pemanggilan sebelumnya. TEMPO/Dian Triyuli handoko

    TEMPO.COJakarta - Hari ini mantan Direktur Utama PLN dan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menjalani pemeriksaan terkait dengan kasus korupsi pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tahun 2011-2013 yang bernilai Rp 1 triliun. Kesan apa yang dia dapat setelah diperiksa?

    "Pengalaman yang menarik, ya, ini pertama kalinya saya diperiksa di usia saya yang sudah 64 tahun," ujar Dahlan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis, 4 Juni 2015.

    Dalam proyek gardu induk, Dahlan memiliki peranan sebagai kuasa pengguna anggaran. Ia diduga mengetahui ihwal di balik mangkraknya proyek 21 gardu itu. Dahlan pun diperiksa penyidik dengan substansi pengetahuannya akan jalannya proyek itu.

    Dahlan menjalani pemeriksaan selama sembilan jam, dari pukul 09.30 sampai 18.30. Ia hadir dengan kemeja krem, celana baggy, dan sneakers New Balance. Dia sempat keluar dari ruang pemeriksaan untuk salat.

    Setelah mengucapkan kesannya menjalani pemeriksaan, Dahlan tidak menyampaikan hal-hal lain kepada awak media. Ia langsung kabur menuju mobil Mercedes Benz-nya yang berpelat nomor L-1-JP. Meski wartawan menanyakan ihwal korupsi gardu dan cetak sawah yang terjadi saat ia menjadi menteri, Dahlan hanya tersenyum.

    Dahlan akan menjalani pemeriksaan lagi pada hari Jumat pukul 09.00.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.