ConocoPhillips Indonesia Lakukan Penghematan Besar-besaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/David Zalubowski

    AP/David Zalubowski

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontraktor Kontrak Karya Migas ConocoPhillips Indonesia melakukan efisiensi biaya sekitar 20-30 persen. Upaya itu dilakukan guna menyiasati anjloknya harga minyak dunia dan menjaga revenue perusahaan tahun ini.

    Vice President Development and Relations ConocoPhillips Indonesia Joang Laksanto mengatakan turunnya harga minyak global cukup berimbas terhadap kinerja revenue operator migas itu.

    “Sebetulnya kami tidak rugi, tetapi revenue sedikit turun. Untuk menjaga itu perlu ada efisiensi,” katanya saat temu media di Palembang, Rabu, 3 Juni 2015.

    Joang memaparkan efisiensi yang dilakukan pihaknya mencakup berbagai bidang, termasuk tidak menaikkan gaji karyawan pada tahun ini. Tak hanya itu, sejumlah proyek yang telah direncanakan akan ditunda. “Memang ada proyek-proyek yang ditunda, tetapi kami tetap menjalankan komitmen yang kami sampaikan ke pemerintah,” katanya.

    Ia mencontohkan salah satu komitmen tersebut adalah eksplorasi di Palangkaraya. Di tempat itu pihaknya sedang menjalankan pengeboran. “Eksplorasi tetap kami lakukan, salah satunya di Palangkaraya sesuai komitmen kami dengan pemerintah. Tapi kegiatannya memang dikurangi,” ujarnya.

    Menurut Joang, efisiensi merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan operator migas mengingat outlook harga minyak dunia hingga dua sampai tiga tahun ke depan tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan.

    Efisiensi lain yang dilakukan ConocoPhillips mencakup di bidang sumber daya manusia. Namun Joang menegaskan pihaknya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Perusahaan hanya akan mengevaluasi kontrak-kontrak yang hampir habis. Kalau masa kontraknya habis, maka tidak akan diperpanjang. "Kontrak itu mencakup service hingga labour, tetapi itu bukan PHK,” ujarnya.

    Menurut dia, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) telah mengimbau bahwa efisiensi SDM tidak menjadi prioritas utama.

    Dalam kesempatan itu, Joang mengatakan produksi gas yang dikelola perusahaan di Blok Corridor Sumatera Selatan masih stabil.

    Ia mengemukakan saat ini produksinya mencapai 700 MMSCFD dari total koridor yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, dan Kepulauan Riau. Adapun wilayah operasi ConocoPhillips di Sumatera Selatan berada di Kabupaten Musi Banyuasin, seperti di Grissik dan Suban, serta sebagian berada di Kabupaten Banyuasin.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.