Pekanbaru Genjot Pembangunan Kota-kota Satelitnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap menyelimuti pemukiman warga di sekitar Kota Pekanbaru, Riau, Senin (26/8). Walau masih dalam jarak pandang aman untuk ppenerbangan, kabut asap dari bakaran lahan masyarakat itu dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan. ANTARA/Saptono

    Kabut asap menyelimuti pemukiman warga di sekitar Kota Pekanbaru, Riau, Senin (26/8). Walau masih dalam jarak pandang aman untuk ppenerbangan, kabut asap dari bakaran lahan masyarakat itu dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan. ANTARA/Saptono

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong percepatan pembangunan kota metropolitan di perbatasan, yaitu Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan (Pekansikawan).

    Wali Kota Pekanbaru Firdaus meminta perusahaan pengembang ikut memasarkan Pekansikawan. Saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) Riau dan Bank BTN Kanwil III.

    “Kami minta pengembang lain juga ikut ambil bagian dalam pembangunan Pekansikawan. Jangan hanya menonton saja karena kita mempersilakan investor untuk ikut membangun dan mempromosikan Pekansikawan,” katanya, Senin, 1 Juni 2015.

    Firdaus juga mengajak pihak-pihak terkait, seperti Association of the Tour and Travel Agency (Asita) Riau dalam pembangunan itu. “Kami mempersilakan siapa saja datang untuk membangun atau memberikan gagasan mengenai pembangunan Pekansikawan,” katanya.

    REI menargetkan pemasaran perumahan Pekansikawan terjual sebanyak 4000 unit rumah atau senilai Rp 70 miliar. Pameran tersebut dilaksanakan mulai 29 Mei-7 Juni 2015.

    “Komplek Pekansikawan adalah tempat yang bagus untuk hunian atau tempat tinggal. Pekansikawan juga cocok untuk berinvestasi karena pembangunan akan terus dilakukan,” katanya.

    Pembangunan kota yang berkonsep aerocity tersebut kini dalam tahap pembangunan jalan lingkar luar (outer ring road). Pembangunan ini ditargetkan akan selesai dua tahun ke depan. Selain meningkatkan perekonomian, pembangunan ini juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.