Bunga Makin Rendah, Penjualan Rumah di Cina Kinclong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung pencakar langit di kawasan Nanshan Shenzhen, Cina, 6 Agustus 2014. Sebagai negara terbanyak populasi penduduknya, Cina membangun banyak gedung tinggi untuk roda perekonomian. Brent Lewin/Getty Images

    Gedung pencakar langit di kawasan Nanshan Shenzhen, Cina, 6 Agustus 2014. Sebagai negara terbanyak populasi penduduknya, Cina membangun banyak gedung tinggi untuk roda perekonomian. Brent Lewin/Getty Images

    TEMPO.CO, Hong Kong - Berdasarkan data dari Sistem Indeks Real Estate Cina (CREIS), penjualan rumah di Cina pada Mei 2015 mengalami peningkatan. Penjualan bertumbuh 14,7 persen jika dibandingkan April lalu.

    Secara keseluruhan, pada tahun 2015, indeks penjualan rumah di Cina telah meningkat 37,4 persen dari awal tahun. “Capaian ini akan mengubah fundamental industri setahun ke depan,” kata analis senior dari Moody, Kaven Tsang, seperti dilansir dari Reuters, Selasa, 2 Juni 2015.

    Pemangkasan suku bunga menjadi 5,1 persen-yang kelima kalinya dalam enam bulan terakhir-disinyalir menjadi faktor pendorong peningkatan tersebut. Hal tersebut dianggap efektif menurunkan biaya pinjaman perusahaan dan meredam kegaduhan sentimen buruknya perekonomian 25 tahun terakhir.

    Indeks penjualan rumah yang naik di Mei, juga diikuti kenaikan harga rumah sebesar 0,5 persen di 288 kota. Namun, kenaikan tersebut dianggap takkan mempengaruhi minat dan daya beli yang akan terjadi ke depannya.

    Sebelum menyentuh 5,1 persen di  Mei, suku bunga di Cina mengalami beberapa kali pemangkasan. Pada awal tahun 2015, suku bunga tercatat sebesar 5,6 persen, sebelum diturunkan menjadi 5,35 persen di bulan Maret.

    REUTERS | ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.