Litbang Energi Tunggu Kapal Baru Dukung Riset Geomarin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Persahabatan Jepang-ASEAN 'Fujimaru' Singgah di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta, (27/11). Kapal Fujimaru singgah di Jakarta dalam pelayaran ke 7 kota di Asia Tenggara dan Jepang dengan membawa misi perdamaian dan persahabatan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kapal Persahabatan Jepang-ASEAN 'Fujimaru' Singgah di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta, (27/11). Kapal Fujimaru singgah di Jakarta dalam pelayaran ke 7 kota di Asia Tenggara dan Jepang dengan membawa misi perdamaian dan persahabatan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Kementerian ESDM berharap pemerintah menyediakan kapal penelitian baru untuk mendukung aktivitas riset geomarin.

    Joni Widodo, Kepala Bagian Penyelenggara Sarana Litbang P3GL, mengatakan pihaknya saat ini telah memiliki 3 kapal riset yang diberi nama Geomarin I, 2, dan 3.

     

    Kapal Geomarin I merupakan kapal generasi pertama yang dimiliki oleh P3GL. Kapal ini hanya memiliki daya jelajah 7 hari layar sehingga hanya mampu menjelajahi perairan dangkal di sekitar Laut Jawa.

     

    "Teknologi yang masih digunakan juga masih sederhana," katanya, (2/6).

     

    Joni menjelaskan pada 2006 pemerintah akhirnya memberikan kapal baru yang lebih canggih. Kapal yang diberi nama Geomarin 3 ini memiliki panjang 61 meter.

     

    Daya jelajahnua mencapai 30 hari layar sehingga sangat diandalkan untuk meneliti perairan di Indonesia Timur.

     

    Dari sisi teknologi, kapal Geomarin ini sebenarnya sudah mencukupi untuk melakukan riset.

     

    Kendati demikian, kapal ini belum mampu mengantisipasi perkembangan teknologi dan medan untuk menjelajah samudera.

     

    Joni berharap pemerintah mau memberikan kapal yang lebih canggih agar bisa penerlitian di Laut China Selatan atau Samudera Pasifik.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.