Permodalan Madani Kantongi Rp1 Triliun, Buka 600 Cabang Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri, Direktur Kredit Bank Jabar Banten, Entis Kushendar, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Parman Nataatmaja dan Dirut Bank Jabar Banten, Agus Ruswendi, menandatangani MoU Kerjasama di Jakarta, Senin (3/8). Foto: TEMPO/Panca S

    Dari kiri, Direktur Kredit Bank Jabar Banten, Entis Kushendar, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Parman Nataatmaja dan Dirut Bank Jabar Banten, Agus Ruswendi, menandatangani MoU Kerjasama di Jakarta, Senin (3/8). Foto: TEMPO/Panca S

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berencana menambah 600 kantor cabang baru dalam 2 tahun setelah mengantongi suntikan modal dari pemerintah sebesar Rp1 triliun.

    Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatan penyertaan modal negara (PMN) akan dikucurkan pada tahun ini setelah mendapat restu DPR. Rencananya, PMN tersebut akan kembali dikelola untuk dikucurkan sebagai kredit bagi usaha gurem, mikro kecil menengah (UGM-KM).

     

    "Rencana kami kalau dapat Rp1 triliun, tahun 2016 kami wajib mendirikan 300 kantor unit dan 300 kantor unit pada 2017. Sehingga total jadi 1.200 kantor unit lengkap di 32 provinsi," ungkapnya, Selasa (2/6/2015).

     

    Dia mengatakan perusahaan pelat merah yang berdiri tepat 1 Juni 1999 itu kini berusia 16 tahun. Selama periode 1999-2008, perseroan tercatat baru memiliki 12 unit kantor cabang di Jakarta dan Jawa Barat.

     

    Kemudian, pada periode 2008-2014, PNM telah menambah lebih dari 700 kantor cabang di seluruh Indonesia. Saat ini, PNM memiliki 6.200 karyawan di 715 kantor pada 28 provinsi, dan 2.900 kecamatan.

     

    Dia menuturkan, modal PNM yang mencapai Rp300 miliar, kini perseroan dapat menyalurkan pembiayaan hingga Rp13 triliun per 31 Desember 2014. Nasabah PNM telah mencapai 230.000 UGM-KM hingga akhir tahun lalu.

     

    "Profit 2014 mencapai Rp61 miliar, terbesar dan tertinggi dalam sejarah," paparnya.

     


  • DPR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.