Lebaran, PT Pelni Juga Mengangkut Kontainer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.COJakarta – Kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni tak hanya bisa mengangkut penumpang, tapi juga dapat mengangkut kontainer, alat berat, mobil, sepeda motor, dan kargo umum. 

    “Kapal yang dapat mengangkut alat berat, mobil, sepeda motor, dan kontainer secara bersamaan  dalam satu armada adalah KM Dobonsolo, KM  Ciremai, dan KM Egon,” kata Direktur Utama PT Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito, Selasa, 2 Juni 2015.

    Tahun ini, menurut Sulistyo, kapasitas penumpang kapal Pelni akan bertambah sekitar 5.000 bed atau tempat tidur seiring diberlakukannya single class. Sejak Januari 2015, PT Pelni merombak kelas kabin atau kelas eksekutif menjadi kelas ekonomi. 

    “Dalam satu kapal, selain KM Kelud, Tidar, dan Tatamailau, telah dilakukan perombakan kelas. Perombakan kelas ini kapal tipe 2.000 dapat menambah sekitar 350 bed, sedangkan kapal tipe 1.000 dapat menambah rata-rata 150 bed,” ujar Sulistyo.

    Untuk angkutan penumpang, penjualan tiket kapal Pelni masa angkutan Lebaran dimulai H-45 Lebaran atau 2 Juni 2015. Masa angkutan Lebaran dengan kapal Pelni berlangsung sebulan sejak H-15 hingga H+15 atau 2 Juli-2 Agustus 2015. Pembelian tiket dapat di lakukan di loket-loket di semua cabang Pelni dan agen perjalanan yang bekerja sama dengan PT Pelni.

    Untuk mencegah penumpang membeli tiket dengan harga jarak terdekat tapi melakukan perjalanan terjauh, Pelni memberlakukan sistem penanda gelang sebagai tanda pelabuhan tujuan. 

    “Untuk menyiasati penyimpangan atau pencurian trayek, Pelni memberlakukan gelang berwarna untuk menandai tujuan penumpang. Menjelang tiba di pelabuhan tujuan, para ABK akan mengumumkan dan mengecek setiap dek untuk mengingatkan serta menurunkan penumpang sesuai tujuan,” tutur Sulistyo.

    ISTIQOMATUL HAYATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.