Investasi Rp 4,8 Triliun Asal Cina Siap Ditanam di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KAA, Bendera nasional Republik Rakyat Cina. Wikipedia.org

    KAA, Bendera nasional Republik Rakyat Cina. Wikipedia.org

    TEMPO.COJakarta - Sejumlah perusahaan asal Shenzen, Cina, siap membenamkan investasi di Indonesia melalui 16 kontrak proyek dengan nilai mencapai US$ 360 juta, atau setara dengan Rp 4,68 triliun.

    Ye Chang Fu, Wakil Dirjen Komisi Ekonomi Pemerintahan Kota Shenzhen, mengatakan Indonesia merupakan mitra penting bagi Shenzen. Pada tahun lalu total perdagangan Indonesia-Shenzen mencapai US$ 3,07 miliar.

    "Ekspor dari Shenzen sebesar US$ 29,5 miliar, meningkat hampir 10%," ujarnya saat berpidato dalam Shinzen-Jakarta Economic Trade Exchange and Matchmaking di Jakarta Convention Center, Jumat, 29 Mei 2015.

    Menurut dia, pada akhir tahun lalu investasi Indonesia di Shenzen berada pada lebih dari 38 proyek. Penanaman modal asal Indonesia di Shenzen mencapai US$ 18,96 juta.

    Saat ini sebanyak 17 perusahaan asal Shenzen telah membenamkan investasi di Indonesia dengan nilai US$ 68,85 juta. Sejumlah perusahaan asal Shenzen yang beroperasi di Indonesia, antara lain Huawei, ZTE, Han Laser, Hytera, dan lainnya.


    Dia memastikan sebagai departemen, Shenzhen Municipal Government Services bertanggung jawab untuk mengembangkan ekonomi dan perdagangan Shenzhen, komite ekonomi dan perdagangan Shenzhen, serta aktif mendorong perusahaan untuk melakukan pertukaran yang luas dan kerja sama di Indonesia.

    "Tetapi juga perusahaan sangat menyambut Indonesia di Shenzhen untuk memilih mitra dagang mereka, berbagi hasil pembangunan ekonomi," ucapnya.

    Pada kesempatan itu, dia mengajak perusahaan-perusahaan maupun masyarakat Indonesia untuk menghadiri 2015 Guangdong Maritime Silk Road International Exposition dari abad ke-21.

    Cina mengusulkan pembangunan "sepanjang jalan" mengembangkan visi strategis. Sedangkan ASEAN, dalam pembangunan Maritime Silk Road, menjadi daerah yang paling penting dari kerja sama untuk membangun sebuah platform baru untuk kerja sama di berbagai bidang.

    Selain itu, di Provinsi Guangdong, tepatnya pada 29-31 Mei 2015, juga digelar asosiasi Haibo, yakni modern International Exhibition Center di Dongguan City, Guangdong.

    Kegiatan promosi ini bertujuan untuk berkontribusi pada infrastruktur di sepanjang negara Maritime Silk Road dan antar daerah, pariwisata perdagangan dan proyek-proyek kerjasama budaya untuk mempromosikan perdagangan lintas batas e-commerce, pengiriman, logistik dan teknologi informasi, memperluas perdagangan impor dan ekspor makanan, teh, porselen, sutra dan produk industri ringan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.