Pemerintah Harus Lebih Serius Tingkatkan Swasembada Gula

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petani menyantap makanannya di perkebunan tebu saat memanennya di San Jose Guayabal, El Savador, 25 Februari 2015. El Salvador akan ekspor gula ke China untuk pertama kalinya sebanyak 50.000 ton. REUTERS/Jose Cabezas

    Sejumlah petani menyantap makanannya di perkebunan tebu saat memanennya di San Jose Guayabal, El Savador, 25 Februari 2015. El Salvador akan ekspor gula ke China untuk pertama kalinya sebanyak 50.000 ton. REUTERS/Jose Cabezas

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah pusat diminta memberikan arahan tegas terkait industri gula guna melindungi petani tebu yang kondisinya kian terpuruk dan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada gula.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah perlu bersikap serius untuk bersama-sama mengatasi masalah di industri gula. Pasalnya, kondisi industri yang memburuk semakin membuat petani tebu tertekan.

     "Harus ada sebuah tindakan apakah bentuknya regulasi atau kebijakan , tetapi saya butuh keseriusan untuk mengatur hal seperti ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan petani," ujarnya usai bertemu petani tebu Jawa Tengah.

    Ganjar berharap pemerintah segera merevitalisasi seluruh pabrik gula. Pasalnya, selama ini pabrik menjadi salah kelola yang menyebabkan hasil panen tebu petani sulit diserap.

    "Terutama terkait dengan penentuan kisaran rendemen atau kadar gula tebu yang dipanen petani. Di samping itu, pabrik gula seringkali beralasan persediaan gula masih banyak sehingga belum bisa membayar hasil panen petani," ujarnya.

    Padahal, jelasnya, hal itu sulit diterima karena kebutuhan gula nasional sangat besar dan belum dapat dipenuhi dari suplai dalam negeri. 

    "Karena itu, saat ini diperlukan intervensi pemerintah kepada sejumlah besar pabrik gula yang dibawahi oleh BUMN," tegasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.