Karatimeter, Alat Pemindai Kadar Emas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai toko emas menyusun perhiasan emas di Bandung, Jawa Barat (29/9). Harga jual emas berkadar 70% pasca Lebaran, masih stabil di kisaran Rp 237.000 sampai Rp 245.000/gr. Foto: TEMPO/Prima Mulia

    Seorang pegawai toko emas menyusun perhiasan emas di Bandung, Jawa Barat (29/9). Harga jual emas berkadar 70% pasca Lebaran, masih stabil di kisaran Rp 237.000 sampai Rp 245.000/gr. Foto: TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Ada cara memeriksa kadar emas tanpa merusak perhiasan, yakni menggunakan mesin karatimeter yang akan menunjukkan kadar emas dengan cara memindainya dalam hitungan menit.  

    "Ini metode non-destruktif, tanpa perlu melebur emas. Tingkat akurasinya 99,8 persen," ujar General Manager Marketing Communication PT Central Mega Kencana Tanya Alissia di Jakarta, Jumat.

    Biasanya, kadar emas dapat diukur dengan cara menggosok emas atau merendamnya menggunakan asam sulfat, yang berisiko menimbulkan bekas gores, memudarkan warna, dan membuat emas jadi keropos. "Kadar emas tidak bisa dilihat dengan kasat mata, harus diperiksa dengan metode tertentu, termasuk karatimeter," kata Tanya.  

    Bila diperiksa dengan karatimeter, perhiasan hanya dipindai selama kira-kira dua menit menggunakan mesin yang akan menunjukkan hasil kadar emas pada layar komputer. Karatimeter lumrah dipakai di luar negeri, seperti India dan Cina.  

    "Di sana harus bayar kira-kira Rp 75 ribu untuk mengecek kadar emas dengan karatimeter. Di Cina dan India, banyak praktek penipuan kadar emas," dia menjelaskan.  

    Tanya mengemukakan pihaknya ingin mengedukasi para pembeli agar lebih teliti sebelum membeli emas, yang menjadi salah satu pilihan investasi. "Banyak toko perhiasan yang tidak menjual emas dengan semestinya," tuturnya.  

    Di Indonesia, karatimeter diklaim hanya dimiliki oleh The Palace, yang bernaung di bawah grup Central Mega Kencana bersama merek perhiasan lain seperti Mondial Jeweler, Frank & co, dan Miss Mondial. Toko yang telah dibuka di Summarecon Mal Bekasi, Trans Studio Mall Bandung, Supermal Karawaci, dan Mal Taman Anggrek itu menawarkan jasa mengecek kadar emas dengan karatimeter. 

    Hingga 31 Mei 2015, pengunjung Mal Taman Anggrek dapat menukarkan emas dalam kondisi apa pun atau berkadar di bawah 75 persen dengan emas baru yang kadarnya 75 persen. "Kondisi seperti apa pun, termasuk tanpa surat, akan kami terima karena emas itu tidak akan dijual lagi, tapi dilebur," ucap Tanya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.