Pertanian dan Pariwisata Indonesia Jadi Incaran Swiss  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petak sawah berbentuk unik di Sawah Jaring Laba-Laba yang berlokasi di Cancar, Manggarai, Flores, NTT, 28 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petak sawah berbentuk unik di Sawah Jaring Laba-Laba yang berlokasi di Cancar, Manggarai, Flores, NTT, 28 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Swiss berencana berinvestasi untuk pengembangan sejumlah sektor di Sumatera Barat, yakni sektor pariwisata dan pertanian.

    Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann mengatakan sangat mengagumi keindahan alam, budaya, dan kuliner asal Sumatera Barat. Dia berjanji akan mengajak investor di negerinya untuk investasi ke daerah itu.

    "Wow, saya kagum dengan alamnya, arsitekturnya (rumah adat), dan makanan. Saya akan datang lagi bersama suami," katanya kepada Bisnis.com, Jumat, 29 Mei 2015.

    Datang berkunjung ke Sumatera Barat bersama 15 duta besar lainnya, Yvonne mengaku takjub dengan potensi alam dan kebudayaan lokal masyarakat setempat. Menurut dia, potensi yang ada itu harus dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut. Dia berjanji akan mengajak investor di negaranya berinvestasi ke Indonesia, terutama Sumatera Barat.

    "Yang paling potensial saya kira adalah sektor pariwisata dan pengembangan sektor pertanian," ujarnya.

    Adapun Kementerian Luar Negeri mengundang sejumlah duta besar negara sahabat mengikuti program diplomatic tour ke Sumatera Barat untuk melihat potensi daerah itu. Sebanyak 24 negara serta satu lembaga internasional ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 16 duta besar, 5 wakil duta besar, dan pejabat dari kedutaan asing.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.