Menteri Perdagangan Minta Suzuki dapat Dongkrak Nilai Ekspor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruang perakitan mobil Suzuki di sebuah pabrik mobil di Bekasi, Jawa Barat, 27 Februari 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana ruang perakitan mobil Suzuki di sebuah pabrik mobil di Bekasi, Jawa Barat, 27 Februari 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel meminta agar PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) terus meningkatkan ekspor produknya, seiring dengan beroperasinya pabrik baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

    "Kami dari Kemendag hanya meminta satu, bagaimana agar ekspor bisa meningkat 300 persen dalam lima tahun ke depan," kata Mendag saat memberi sambutan pada peresmian pabrik SIM di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

    Dalam hal ini, lanjut Mendag, pemerintah tidak hanya akan meminta SIM untuk mendongkrak ekspor, namun juga pemerintah akan memberi berbagai dukungan.

    "Saya akan bicara dengan CEO Suzuki Jepang Osamu Suzuki, insentif apa yang mungkin diberikan. Ini memang menjadi pekerjaan rumah pemerintah," kata Mendag.

    Presiden Direktur SIM Shuji Oishi mengatakan, Suzuki Indonesia saat ini mengekspor 25 ribu unit kendaraan roda empat ke sekitar 25 negara.

    Menurutnya, jumlahnya secara bertahap akan bertambah hingga 30 ribu unit seiring dengan perkembangan bisnis Suzuki di Indonesia.

    "Kami berusaha meningkatkan investasi dan ekspor. Dari 25 ribu unit menjadi 30 ribu. Kami akan berkomitmen," ujar Oishi.

    Selama periode 2013-2014 ekspor Indonesia untuk mobil dan bagiannya mengalami tren pertumbuhan yang baik, yakni mencapai 26,92 persen, di mana pada 2010 ekspornya hanya tercatat 1,1 miliar dollar AS dan naik menjadi 2,9 miliar dollar AS pada 2014.

    Beberapa negara tujuan ekspor antara lain Arab Saudi, Filipina, Uni Emirat Arab,Thailand dan Jepang.

    Sementara pada Januari-Maret 2015, ekspor mobil dan komponennya mencapai 700,8 juta dollar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.