Uji Coba Terminal Baru Bandara Abdulrachman Saleh Mulus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bandara. TEMPO/Ifa Nahdi

    Ilustrasi Bandara. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, Malang—Lebaran memang masih lama, tapi pengelola Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Malang, sudah bersiap melayani pemudik dengan menguji coba terminal keberangkatan yang baru selesai dikerjakan. Mampu menampung 900 penumpang, uji coba terminal baru berlantai dua  itu dimulai hari ini sampai 10 Juni 2015.

    Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur Wahid Wahyudi peresmian terminal baru akan dilakukan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada 11 Juni. “Alhamdulillah uji coba berlangsung lancar. Proses check-in di terminal keberangkatan lancar dan tertib. Penumpang bisa boarding dengan nyaman di ruang tunggu yang bersih dan luas,” kata Wahid, Kamis, 28 Mei 2015.

    Sebelum ada terminal baru, arus keberangkatan dan kedatangan penumpang harus melalui satu terminal yang sempit sehingga penumpang merasa kurang nyaman. Kini terminal lama difungsikan untuk kedatangan penumpang saja. Layanan keberangkatan (check-in) ada di lantai satu dan ruang tunggu (boarding)  di lantai dua.

    Terminal baru tersebut dibangun selama empat tahun dan menelan biaya Rp 41 miliar. Biaya pembangunan murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur. Kata Wahyudi, meski menempati lahan milik Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Bandar Udara Abdulrachman Saleh menjadi satu-satunya pelabuhan udara di Indonesia yang dikelola pemerintah provinsi.

    Sebelum  2011  kegiatan penerbangan sipil dilakukan di zona inti pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara tersebut. Setelah itu kegiatan penerbangan sipil dilakukan di luar kawasan militer, tapi masih satu lahan dengan pangkalan.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrachman Saleh Suharno menambahkan kegiatan pelayanan bandara bisa semakin prima dengan dioperasikannya terminal baru. Penumpang dan para pengantar, misalnya, tak perlu lagi bersesakan di satu terminal. “Dulu, karena pakai satu terminal, kami sering dapat kesan dan keluhan dari masyakat bahwa kegiatan keberangkatan dan kedatangan jadi semrawut. Sekarang tidak lagi begitu,” kata Suharno.

    Meski terminal baru sudah dioperasikan, jumlah maskapai dan rute penerbangan masih tetap sama. Rata-rata per hari ada 1.700 penumpang berangkat dan penumpang datang. Mereka dilayani lima maskapai, yakni Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink Indonesia, Wings Air, dan Batik Air, dengan total sembilan rute penerbangan.

    Sriwijaya melayani penumpang Malang-Jakarta tiga kali sehari. Garuda mengangkut penumpang Malang-Jakarta dua kali sehari. Untuk tujuan Jakarta, Garuda dan Sriwijaya menurunkan penumpang di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Citilink hanya satu kali melayani rute Jakarta-Malang-Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

    Wings menerbangi rute Denpasar-Malang-Denpasar. Batik melayani rute Jakarta-Malang-Jakarta dan Malang-Makassar-Malang mulai April tahun ini. Sedangkan maskapai Kalstar yang biasanya melayani rute Balikpapan-Malang-Balikpapan sedang mati suri.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.