Dolar AS Terus Menguat, Emas Turun Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi emas batangan. Lisi Niesner/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi emas batangan. Lisi Niesner/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun lagi pada Kamis pagi WIB, karena dolar AS terus menguat, menempatkan tekanan pada logam mulia.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 1,3 dolar AS, atau 0,11 persen, menjadi menetap di 1.185,60 dolar AS per ons. Ini adalah penurunan sesi keempat berturut-turut untuk emas berjangka, lapor Xinhua.

    Emas berada di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik lagi pada Rabu. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. 

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi para investor.

    Selain itu, data ekonomi AS kuat yang dirilis pada Senin juga sejalan dengan komentar positif Ketua Federal Reserve Janet Yellen pekan lalu yang menunjukkan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga tahun ini, menambah tekanan pada emas.

    Perak untuk pengiriman Juli turun 9,9 sen, atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 16,647 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,1 dolar AS, atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 1.119,00 dolar AS per ons.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.