Pertamina: Harga Pertamax Belum Dinaikkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisikan pertamax pada kendaraan yang beralih dari premium di stasiun SPBU km 14 Tol Jakarta-Tangerang, Banten (6/8). Mulai hari ini SPBU yang berada di tol mulai memberlakukan kebijakan pemerintah terkait tidak menjual premium bersubsdi .TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Petugas mengisikan pertamax pada kendaraan yang beralih dari premium di stasiun SPBU km 14 Tol Jakarta-Tangerang, Banten (6/8). Mulai hari ini SPBU yang berada di tol mulai memberlakukan kebijakan pemerintah terkait tidak menjual premium bersubsdi .TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.COJakarta - PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax pada Rabu, 27 Mei 2105, meskipun PT Shell Indonesia telah menaikkan harga BBM jenis Super.

    Hari ini, 27 Mei 2015, Shell menaikkan harga BBM jenis Super yang semula Rp 8.950 per liter menjadi Rp 9.100 per liter. 

    Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan kenaikan harga BBM milik Shell akan membuka peluang persaingan yang bagus bagi perseroan.

    "Kalau Shell naik, kan, buat Pertamina bagus. Hari ini belum (menaikkan harga)," ujar Dwi di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015. 

    Dwi menuturkan Pertamina masih perlu melakukan koordinasi, terutama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Lebih lanjut, menurut Dwi, penentuan harga BBM jenis ini menyangkut kepentingan orang banyak, sehingga diperlukan koordinasi yang optimal.

    "Mesti koordinasi dengan banyak pihak. Jadi harus menginformasikan ke semua, karena energi berkaitan dengan masyarakat. Pertamina adalah tangannya negara untuk melaksanakan kegiatan itu," tuturnya.

    Dwi mengatakan, jika nanti telah merasa siap menaikkan harga Pertamax, pihaknya akan segera menginformasikan. "Segera," ujarnya singkat.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.