Jokowi: Indonesia Timur Masa Depan Kita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengungkapkan besarnya potensi ekonomi di kawasan timur Indonesia. "Indonesia timur adalah masa depan kita," kata Jokowi dalam acara Trade & Investment Forum: East Indonesian Regions di Jakarta, Senin 25 Mei 2015.

    Potensi pertama, menurut Jokowi, adalah di bidang pertanian. Jokowi menceritakan pengalamannya berkunjung ke kabupaten Merauke, Papua beberapa 10 Mei 2015 lalu. Tiba dengan pesawat milik TNI Angkatan Laut, Jokowi melanjutkan perjalanan ke desa Wapeko, distrik Kurik, 80 kilometer dari pusat kota Merauke.

    Di sana, Jokowi melihat sendiri ada hamparan tanah datar seluas 4,6 juta hektare. Dari jumlah itu, 1,2 juta hektare sudah diidentifikasi sebagai lahan yang memenuhi syarat untuk pertanian.

    Jokowi melanjutkan, saat ini sudah ada pihak yang melakukan uji coba bertani di 5 ribu hektare tanah di sana. Hasilnya, produktivitasnya mencapai 8 ton per hektare.

    Jokowi menghitung, dengan produkvitas setinggi itu, maka jika semua lahan ditanami akan menghasilkan padi sebanyak 37 juta ton sekali panen. Jumlah yang sangat besar mengingat produksi padi nasional kini antara 60-70 juta ton per tahun. "Itu baru satu kabupaten, belum yang lain," katanya.

    Tak hanya lahan potensial, di kawasan timur, Jokowi melanjutkan, pasarnya pun tersedia. Ia menyebut, harga beras di Papua Nugini harga beras mencapa Rp 30 ribu per kilogram. Sebab, mereka harus mendatangkan beras dari Thailand lewat Australia. "Ini kesempatan investasi perdagangan," kata pria asal Solo ini.

    Toh potensi Indonesia timur bukan hanya pertanian. Jokowi melanjutkan, wilayah itu juga kaya potensi perikanan. "Di Maluku, Ternate, Tidore, ikan itu sangat melimpah," katanya.

    Sayangnya, hasil laut itu banyak terjaring kapal-kapal asing. "Ada 7 ribu kapal asing lalu-lalang mengambil ikan-ikan kita, itu 70-80 persen ada di Indonesia timur," katanya.

    Jokowi mengundang pengusaha untuk berinvestasi di sektor ini. "Kerjasama dengan nelayan, bikin cold storage dan pengoolahan ikan," katanya. Dengan begitu, "Kita tidak hanya akan menjadi penonton.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.