Penandatanganan Deklarasi Dukung Perikanan Berkelanjutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang buruh mengangkat ikan Tuna untuk dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bersehati, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (3/11). ANTARA/Fiqman Sunandar

    Seorang buruh mengangkat ikan Tuna untuk dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bersehati, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (3/11). ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.COJakarta - Indonesia menandatangani deklarasi ketelusuran ikan tuna dengan United Nations Industrial Development, lembaga PBB yang mengurusi industri, dan Internasional Pole and Line Foundation di Nusa Dua, Bali.

    Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung‎ mengemukakan kerja sama itu untuk memastikan perikanan berkelanjutan.

    "Ini untuk memastikan bahwa tuna yang dijual dari Indonesia akan bisa ditelusuri karena bagian dari mendukung perikanan berkelanjutan," ujarnya usai membuka International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF) di Nusa Dua, Bali, Senin, 26 Mei 2015.

    Dia menjelaskan penelusuran itu penting karena saat ini Indonesia menuju pengembangan perikanan berkelanjutan. Banyak negara pembeli komoditas tuna yang mensyaratkan ikan yang ditangkap menggunakan metode berkelanjutan.

    Saut menegaskan penandatangan ini adalah salah satu langkah Indonesia menuju perikanan berkelanjutan. Sebelumnya, KKP mengeluarkan sejumlah kebijakan, seperti moratorium kapal dan larangan alih buat di lautan.‎

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).